Kriteria memilih provider skema Tabungan Umrah [Pexels]
Like
Alhamdulillah Rin, join Tabungan Umrah gue jadi beneran nabung. Akhirnya berangkat juga ke Rumah Allah. Kalau ngga gini habis terus duit buat jajan.
Setiap tahun, estimasi kenaikan mencapai 10 hingga 15 persen. Penyebabnya: lonjakan biaya avtur, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar dan Riyal, serta penyesuaian pajak akomodasi.
Mundur ke tahun 2020, berangkat umrah membutuhkan dana Rp26.000.000 hingga Rp30.000.000. Lalu, pada 2022-2024 naik menjadi Rp28.000.000 hingga Rp35.000.000 tergantung standar fasilitas dan akomodasi dari penyedia layanan.
Memasuki 2026, terdapat penyesuaian signifikan sehingga jamaah yang ingin umrah harus menggelontorkan dana Rp34.000.000 sampai Rp45.000.000 per jamaah akibat kenaikan fuel surcharge dan pajak global.
Voila.. bank di Indonesia melahirkan skema Tabungan Umrah yang prosedurnya praktis. Datang ke bank lalu buka rekening khusus. Selanjutnya nasabah menabung rutin dengan nominal yang sudah disepakati. Bagi orang sulit menabung, bisa meminta pihak bank autodebet setiap bulannya.
Psikologis nasabah turut bermain karena seterusnya dana bakal dilock supaya nasabah tidak bisa mengambil untuk keperluan selain ibadah. Beberapa bank menyediakan “kantong khusus” agar tidak tercampur dengan pos lain.
Strategi Memilih Provider Tabungan Umrah Agar Tidak Tertipu
Mengutip Kompas, jumlah rekening tabungan umrah dan haji meningkat 13,51 persen sejak Juli 2025. Jumlah rekening tabungan naik dari 5,57 juta pada akhir 2024 menjadi 6,33 juta pada Juli 2025.
Peer berikutnya adalah menentukan provider Tabungan Umrah yang kredibel. Simak triknya!
1. Pilih Bank Resmi
Risikonya lebih kecil bank 'bermain' sehingga malah gagal berangkat. Lembaga bank juga sudah diawasi Otoritas Jasa Keuangan sehingga terjamin keamanannya.
2. Cek Kredibilitas Travelnya
Untuk itu, pastikan travel yang terkoneksi dengan bank legal hukumnya. Caranya: cek apakah travel berizin, dan pasti fasilitas yang ditawarkan. Kamu dapat mengecek perihal legalitas di situs Kementerian Agama Republik Indonesia.
3. Skema Pembayaran Seperti Apa?
4. Waspadai Iming Too Good to Be True
Hindari tergiur berangkat cepat melalui jalur tidak resmi. Apalagi, belum lama Satgas Haji Polri membongkar sindikat pemberangkatan haji ilegal. Melansir Kompas, modus ini memakan 320 korban dengan total kerugian mencapai Rp10,025 miliar.
Waspadai jika ada sinyal red flag harga tidak masuk akal (contoh: diskon besar umrah hanya 18 jutaan), bonus nggak wajar (bisa dapat Cashback points kalau bersedia top up dana tambahan setelah autodebit bulanan sesuai kesepakatan awal). Ini gejala awal penipuan.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.