Tips Memilih Tas Olahraga yang Tepat, Sumber Gambar: Editing Pribadi
Dalam sebuah buku yang saya lupa judul, harga, dan tidak tanya juga nama mbak penjaga kasirnya, Rhenald Kasali pernah mengatakan bahwa orang yang sederhana itu terlihat dari barang bawaannya.
Ini terutama terlihat di bandara. Pernah ke bandara bukan? Kalau sudah pernah ke sana, berarti pernah juga mengemudikan pesawat terbang?
Kalau kamu lihat di bandara, betapa banyak orang yang ribet dengan barang-barangnya sendiri. Koper sudah lebih besar daripada anak kecilnya. Ditambah dengan barang-barang yang ditenteng. Tidak cuma satu, bahkan bisa lebih dari tiga.
Orang yang sederhana tidak akan mungkin bawa barang sebanyak itu. Mereka berusaha keras agar yang dibawa simpel, praktis, tetapi tetap sesuai dengan kondisi perjalanan maupun keadaan atau kebutuhan di tempat tujuan.
Saya kalau ke luar kota pakai pesawat terbang, mbak pramugarinya pasti tidak kenal saya. Bawaan saya, seringnya cuma satu koper yang kecil warna biru, plus tas ransel berisi laptop. Oh, ya, satu tas selempang juga berisi dompet yang isinya tidak sampai 1 miliar rupiah dan HP dengan layar sentuh.
Ketika membawa oleh-oleh, saya berusaha menatanya di dalam koper tersebut. Banyak kok caranya agar koper sekecil itu bisa muat banyak. Saya berupaya agar koper itu bisa masuk ke dalam kabin, sehingga nanti tidak perlu menunggu bagasi.
Soalnya, bisa cukup lama bila koper sampai masuk bagasi. Bukankah pekerjaan yang paling membosankan di dunia ini adalah menunggu? Namun, kok ada juga yang tidak bosan menunggu chat dari dia, ya? Padahal, dia sendiri sudah lupa tuh! Hahay!
Sama dengan Bawaan dalam Tas Olahraga
Salah satu barang yang ada di toko olahraga adalah tas olahraga. Ada yang berukuran besar, ada pula yang kecil. Meskipun ada yang berukuran besar, tetapi pasti besarnya tidak melebihi bumi ini. Meskipun namanya olahraga, tetapi ada pula lho yang bawa cukup banyak barang. Dalam tas olahraganya ada sepatu, baju ganti beberapa jenis, botol minum 2 liter, dan dompet. Mungkin ditambah lagi raket padel, bulutangkis, tenis, tetapi tidak bawa raket nyamuk. Masih ada lagi HP, dan power bank.
Barang yang seabrek itu pada akhirnya membuat tasnya jadi dobel-dobel. Awalnya ingin membakar kalori, malah justru jadi terbakar emosi. Dan, yang lebih mengherankan, itu mau olahraga atau mau minggat dari rumah, sih?
Memahami Konsep Isi Tas Olahraga
Boleh kok membawa tas olahraga ketika akan olahraga. Namun, yang perlu dipikirkan adalah mau bawa apa saja, sih? Prinsip yang pertama, ukuran adalah koentji. Wah, pakai ejaan jaman jadul lagi! Perlu dipahami bahwa satu tas olahraga memang tidak bisa menyapu bersih semua kebutuhan. Istilah bahasa Antartikanya mungkin adalah one size doesn't fit all.
Tas olahraga sangat perlu disesuaikan dengan olahraganya itu sendiri. Misalnya lari atau bersepeda. Cukup dengan waist bag atau tas pinggang. Bisa juga dengan running vest mini yang di dalamnya bisa dimuat HP, kunci, dan kartu ATM. Masih ingat PIN-nya juga 'kan?
Adapun untuk olahraga berat, seperti: gym, bulu tangkis, atau bahkan renang, maka butuh duffel bag atau ransel medium yang di dalamnya punya kompartemen terpisah. Itu kompartemen, ya, bukan nama tempat menginap yang berbayar.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.