Cerita Inspiratif Founder Praba di Youngpreneur Talk Bisnis Muda

Youngpreneur Talk PrabaxBisnis Muda


Berbisnis bareng partner itu tidak mudah loh apalagi partner yang diajak memiliki background pendidikan yang berbeda. Bukan hanya berbeda background pendidikan, tetapi berbeda bidang kerjanya.

Keberanian partner ini telah menyatukan hal yang menjadi perbedaan itu. Inilah yang dilakukan oleh kak Nisa dan kak Dinda melalui bisnis furnitur Praba.

 
Dari Youngpreneur Talk Bisnis Muda pada Jum'at, 26 Juni 2026 pukul 14.00 sampai selesai, saya jadi tahu kalau Praba itu baru berusia setahun.

Usia yang cukup muda bagi sebuah bisnis. Namun, kerennya Praba sudah mulai mengudara di sana-sini. 
 

Dua Orang yang Berbeda Bersatu dalam Bisnis

Sebelum Praba lahir, Kak Nisa sudah pernah berbisnis sendiri home and living, sedangkan kak Dinda selalu bergerak di bidang akuntan.

Dari pertemuan dan pembicaraan mereka yang sama-sama menjadi wali siswa dari sekolah yang sama berkeinginan untuk berbisnis furnitur. 
 
Sebagai founder Praba, kak Nisa dan kak Dinda memulai bisnis ini dengan modal yang tidak banyak. Mereka sengaja menggunakan sistem order by order.

Di awal, konsumen memberikan uang 50 persen dengan dana itu tim segera membuatkan orderan tersebut. Sisa yang 50% lagi diberikan setelah pesanan selesai. Jadi, uang konsumen itu diputar lagi. 
 
Sebagai pebisnis yang ingin berkembang, Kak Nisa dan Kak Dinda terus belajar tentang furnitur. Mereka mencoba riset di lapangan tentang furnitur yang diminati banyak orang.


Mereka melakukan riset ke pameran-pameran interior, toko-toko interior, mempelajari perilaku konsumen di pasar, dan lain sebagainya
 

Marketing dan Unique Selling Point ala Praba

Selain itu, kak Nisa dan kak Dinda berusaha menyebarkan info tentang Praba melalui media sosial, komunitas, dan pertemanan.

Bahkan kali ini Bisnis Muda berkolaborasi dengan Praba dalam challenge menulis di bulan Juni 2026. Cara bertumbuh Praba terkesan cepat banget, bukankah lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali?
 
Ketika pesanan masuk, yang dilakukan oleh Praba adalah menanyakan secara detail kebutuhan konsumen. Mulai dari warna, material yang digunakan, apakah di rumah anak bayi, hewan peliharaan, dan sebagainya. Semua itu harus diperhatikan agar kepercayaan konsumen dan loyalitas konsumen terwujud.