Rahasia bisnis healthy food laku & nagih [Freepik]
96% masyarakat Indonesia masih kurang mengonsumsi buah dan sayuran, demikian data Medcom.id
Walau begitu, sebanyak 69% masyarakat menyadari pentingnya mengonsumsi makanan sehat demi keberlangsungan hidup mereka.
Artinya, geliat bisnis healthy food kian meningkat.
Sayangnya, masakan sehat kerap identik dengan 'nggak enak' dan kurang menarik. Adik saya pernah berlangganan makan siang sehat, dan dia tak menampik makanannya hambar.
Bagi sebagian besar orang, makan sehat ibarat 'hukuman'. Belum lagi harganya yang lumayan. Bagi kamu yang telah terpikir berbisnis makanan sehat, peernya bukan sekadar sehat. Namun bagaimana caranya konsumen ketagihan dan tak lagi menganggap healthy food sebagai siksaan.
Rahasia Healthy Food Laku Keras dan Bikin Pelanggan Ketagihan
Berikut adalah rahasia healthy food punya banyak peminat dan bikin pelanggan ketagihan:
1. Upgrade Jadi Comfort Food
Contoh: nasi goreng rendah minyak berlauk protein, atau ayam krispi yang disajikan dengan cara dipanggang. Untuk pelanggan penyuka mi, bisa dengan menu mi shirataki berbumbu.
2. Jangan Ragu Menambahkan 'Flavor Bomb'
Sertakan bumbu seperti bawang putih bubuk, lada bubuk, juga rempah. Untuk menu ayam, gunakan teknik marinasi minimal 12 jam supaya bumbunya meresap. Siasati umami dengan bumbu alami misal kaldu jamur, rebusan kaldu tulang ayam, atau kecap rendah gula.
3. Tekstur Juga Bagian dari Kenikmatan
Orang bukan cuma makan rasa, tapi juga tekstur. Problemnya, kadang makanan sehat terlalu kering tanpa komplimen menggiurkan.
Agar orang pesan terus, kombinasikan crunchy, juicy, dan creamy. Contohnya menu ayam panggang dengan roasted veggies (sedikit crispy) dengan dip sauce rendah kalori. Agar sehat tidak hilang, saus bisa dibuat dari sayuran hijau yang dibumbui.
4. Saus adalah Kunci
Mas, sausnya minta ekstra ya.
Agar konsumen repeat order, make your dip sauce win. Buat saus khas ala kamu yang rendah kalori dan tetap lezat. Bisa spicy, creamy, maupun sweet-savory. Saus akan membuat brandmu diingat.
Erinintyani Shabrina Ramadhini
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.