Rusdi Kirana: Dari Dirikan Lion Air Hingga Suntik Dana ke Air Jet

Rusdi Kirana Pemilik Lion Air Group yang Danai Super Air Jet Illustration Bisnis Muda - Pinterest

Like

Pernah masuk daftar 50 orang paling kaya di Indonesia, nama Rusdi Kirana sempat ramai dibicarakan lho. Hal itu terjadi pasca pendiri sekaligus pemilik Lion Air Group itu menyuntikan dananya ke Air Jet.

Jauh sebelum Lion Air mendominasi pasar penerbangan tanah air, Rusdi Kirana remaja memulai usahanya dengan berjualan mesin tik merek Brother dari kantor ke kantor lho!

Bersama saudaranya, Kusnan Kirana, Rusdi Kirana pernah masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Lebih tepatnya, Kirana bersaudara berada di urutan ke-38 sebagai orang terkaya.

Hingga 2019, Forbes mencatat kekayaan Kusnan dan Rusdi Kirana yakni sebesar US$835 juta. Sayangnya, pada 2020 lalu, keduanya harus terdepak dari jajaran 50 orang terkaya di Indonesia.

Baca Juga: Boeing VS Airbus: Mana yang Bakal Kuasai Dunia Aviasi?
 

Lion Air, Dominasi, dan Sekelumit Tekanan Bisnisnya

Terdepaknya Rusdi Kirana dari daftar orang terkaya di Indonesia juga enggak lepas dari pandemi Covid-19 menekan industri penerbangan, termasuk bisnis yang dijalani Lion Air. 


Meski begitu, dilansir Bisnis, Lion Air Group rupanya masih lebih unggul dibanding pesaingnya, yakni Garuda Indonesia.

Soalnya. rute penerbangan domestik Lion Air lebih dominan di sepanjang 2020. Secara kumulatif, maskapai Lion Air Group seperti Lion Air, Batik Air, hingga Wings Air telah berhasil mengangkut hingga 21,48 juta penumpang alias punya pangsa pasar hingga 60,6 persen!

Memang sih, pencapaian tersebut lebih rendah 46,2 persen secara year-on-year. Namun, Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia tercatat hanya punya pangsa pasar 28,3 persen di periode yang sama, atau setara 10,04 juta orang di tahun 2020.

Enggak cuma itu, maskapai dengan dominasi warna merah itu juga terpantau gemar melakukan ekspansi. Mulai dari ekspansi rute domestik, hingga layanan logistik seperti Lion Parcel.

Namun, hal itu bukan berarti Lion Group enggak lepas dari sekelumit tekanan lain nih, Be-emers. Lion Air Group yang didirikan Rusdi Kirana sejak Oktober 1999 itu pernah dikabarkan melakukan praktek diskriminasi terkait kerja sama penjualan kapasitas kargo lho!

Yaah, meskipun ketiga maskapai Lion Group yang terlibat dalam kasus tersebut pada akhirnya justru enggak jadi kena denda Rp3 miliar. Soalnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai berbagai pertimbangan seperti sifat kooperatif, dampak negatif, dampak pandemi Covid-19, dan fakta perjanjian tersebut telah dihentikan.

 

Pemilik Lion Air Group Danai Super Air Jet Illustration Bisnis Muda - Image: Lion Group



Di satu sisi, salah satu maskapainya, yakni Lion Air masih harus melakukan restrukturisasi utang-utangnya nih, Be-emers. Pada 20 Februari 2021 lalu, dikutip Bisnis, pihak Lion Air pun mengajukan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Lion Air memang jadi salah satu maskapai terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 200 penerbangan per hari. Sayangnya, hal itu diiringi dengan berbagai kasus lainnya.

Forbes mencatat, penerbangan Lion Air Boeing 737 MAX yang jatuh di Laut Jawa pada Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang di dalamnya, merupakan salah satu kecelakaan paling mematikan.

Enggak cukup sampai di situ, pada September 2019, pelanggaran data di Thai Lion Air, pernah menyebabkan informasi pribadi 35 juta penumpang bocor secara online!

Meski begitu, Lion Air Group juga dikabarkan tengah menyiapkan diri untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Jika itu terjadi, maka masuknya Lion Air Group di bursa saham pun bakal jadi salah satu IPO terbesar di dalam negeri.

Baca Juga: Heboh Gugatan US$12,8 Juta Tehadap Lion Air, Kenapa Ya?

 

Pengendali Maskapai Super Air Jet

Munculnya maskapai baru di bawah naungan Rusdi Kirana rupanya bukan isu belaka. Dikabarkan Bisnis, maskapai Super Air Jet dan Flyindo Aviasi Nusantara (FAN) telah mendapat suntikan dana dari sang pemilik Lion Air Group senilai US$67,8 juta.

Kedua maskapai yang baru eksis sejak Maret 2021 tersebut dikendalikan oleh keluarga Kirana. Menariknya nih, dikutip Debtwire, transaksi tersebut justru terjadi saat Lion Air sedang menghadapi polemik restrukturisasi utang di Februari 2021.

Berdasarkan salinan laporan bank PT Lion Mentari (Lion Air), total transfer yang dilakukan sekitar Rp988 miliar. lebih rincinya, Rp528 miliar disuntikkan ke Super Air Jet dan sisanya ke pihak FAN.

Sempat tersiar kabar, langkah tersebut jadi cerminan kalau keluarga Kirana bakal menjauh dari Lion Air dengan segala tekanan yang tengah dihadapinya.

Adapun, maskapai Super Air Jet dimiliki oleh Farian dan Davin Kirana. Keduanya merupakan anak dari Kusnan Kirana dan Rusdi Kirana. Kedua anak konglomerat tersebut diketahui punya kepemilikan sebesar 50 persen saham maskapai dengan konsep kasula tersebut.

Akankah Rusdi Kirana dan keluarganya bakal meninggalkan Lion Air Group?