Quarter Life Crisis Menyerangmu? Ini Tips Menghadapinya

Image by Holger Langmaier from Pixabay

Like

Pernah nggak sih ngerasa "Kok teman-teman aku udah pada nikah lah aku belum", "ndeh, teman udah pada wisuda aku olah data skripsi aja belum", "Duh, kok jabatan aku nggak naik-naik sih?", "Hidup aku kok datar gini aja ya, pengen kerja juga kayak yang lain".

Ngerasa depresi atau insecurity seperti ini sering menyerang saat di usia 20-an. Ini wajar, terbuki 6 dari 10 milenial akan masuk ke fase QLC (Quarter Life Crisis). Dari lansiran Lifehack, LinkedIn melakukan survey yang menghasilkan data sebanyak 75% anak milenial umur 25-33 tahun, mengakui pernah diserang QLC. Kebanyakan dari mereka merasakan QLC menyerang dirinya di usia 27 tahun.

Apa sih Quarter Life Crisis itu?
Momen atau Fase di mana seseorang mulai merasa depresi, insecure, bahkan ga tahu tujuan hidupnya sendiri alias antah berantah. Jika kamu terlalu memikirkan itu yang ada malah akan bikin kamu semakin gak terarah dan terpuruk, karena pikiran kamu terus di tekan buat nentuin tujuan hidup.

Belum lagi muncul pertanyaan skripsi kamu sudah sampai mana, bahkan tekanan dari orang sekitar juga bisa memicu QLC, misalnya "Udah umur 25 kok belum nikah?", "Kapan kamu punya rumah sendiri kayak dia?". Nah, agar kamu tidak semakin tertekan, kamu bisa melawan QLC dengan santuy. Yuk, ikuti tips berikut ini:

Gali Potensi Diri

Kalau kamu merasa "Kok di kantor aku flat kayak gini aja, ya?", berarti apa yang selama ini telah kamu geluti belum sesuai dengan passion kamu. Terkadang kita nggak sadar sebetulnya ada punya potensi lebih di dalam diri kita. Nah, coba deh digali dulu passion nya, karena kalau kamu kerja sesuai passion kamu, kedepannya kamu bisa serius, fokus, lebih giat dan tentunya lebih santuy dalam jalaninnya.

Nggak Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Kalau kamu berpikir "harusnya aku begini" atau "harusnya aku begitu". Padahal dengan kamu kayak gini itu artinya kamu mau mengikuti standar hidup orang lain. Cobalah mulai tanam keyakinan dalam diri kamu, kalau apa yang orang lain raih belum tentu bahagia saat kamu mendapatkannya.

Mulai Rencanain Hidup Kamu Sendiri
Nah, setelah kamu mengetahui apa passion kamu dan percaya kepada diri kamu sendiri, kamu bisa mulai list life goal yang ingin kamu raih. Mana mesti yang diprioritaskan yaitu tujuan apa yang dapat membuat kamu lebih rileks dan bahagia. Misalnya, pas kamu masih single, tujuan utama kamu beli rumah sebelum nikah. Nah, kamu bisa mulai investasi agar bisa beli rumah. Setelah lunas atau setidaknya sudah bayar cicilan hingga 50%, kamu bisa mulai memikirkan budget pernikahan.

Nah, kalau kamu sudah punya your own journey, kamu nggak perlu pusing lagi dengan tanggapan orang lain tentang hidup kamu, karena yang terpenting kamu bisa membuat kebahagian kamu lewat tujuan yang sudah kamu tetapkan sendiri.