Operator Pizza Hut di AS Terancam Bangkrut, Gimana Nasibnya di Indonesia?

Pizza Illustration - Canva

Like

Sebagai perusahaan operator dari waralaba Pizza Hut, NPC International Inc, dikabarkan terancam bangkrut nih, Be-emers. Kabar itu tersiar kala kinerja pemegang waralaba Pizza Hut terbesar di AS ini terdampak pandemi Covid-19.

Bangkrutnya perusahaan yang juga memegang lisensi Wendy’s ini, dikabarkan terjadi seiring penutupan usaha dan meningkatnya persaingan waralaba restoran. Seperti yang diketahui, NPC International Inc. mengoperasikan 1.227 restoran Pizza Hut dan 393 store Wendy’s dui AS.

Meski begitu, dilansir dari Bloomberg, perusahaan yang eksis sejak 1962 itu rupanya punya utang sebanyak $903 juta! Diketahui, NPC International Inc. telah melakukan pra negosiasi perjanjian restrukturisasi sekitar 90?ri kreditur pertama dan 17?ri kreditur kedua.

Berdasarkan hal itu, nantinya pemberi pinjaman dapat mengambil ekuitas dan berpotensi buat berpartisipasi dalam suntikan pendanaan baru. Untuk merestrukturisasi utangnya, perusahaan yang berbasis di Kansas ini juga akan melibatkan pemberi pinjaman dalam penjualan dari -setidaknya setengah- restoran.

Dalam beberapa hari ke depan, NPC akan mulai menjual restoran Wendy’s. Sementara untuk restoran Pizza Hut di AS sendiri, NPC masih punya tenggat waktu hingga 24 Juli 2020 untuk membuat kesepakatan dengan kreditur.


Meski begitu, menghadapi nasib yang sedang di ujung jurang ini, NPC juga diketahui mencari perlindungan Chapter II dari Pengadilan Distrik bagian Selatan Texas. Dengan adanya pengajuan perlindungan tersebut, bukan berarti Pizza Hut dan Wendy’s bakal gulung tikar kok.

Kebangkrutan NPC ini juga dinilai enggak bakal mempengaruhi ribuan restoran Pizza Hut dan Wendy’s yang dimiliki oleh waralaba lain.

Lalu, gimana dengan nasib Pizza Hut di Indonesia?
 

Kinerja Pizza Hut di Indonesia

Sementara itu, lisensi restoran Pizza Hut di Indonesia dimiliki oleh PT Sarimelati Kencana Tbk. Emiten berkode saham PZZA itu justru baru banget menetapkan pembagian dividen tunai senilai Rp90,2 miliar dari laba bersih komprehensifnya tahun 2019.

Jumlah tersebut disepakati di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 18 Juni 2020 lalu. Dividen yang dibagikan setara dengan Rp29,79 per lembar saham.

Diketahui dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, PZZA rupanya mencatatkan kinerja yang kurang cemerlang di sepanjang Kuartal I/2020. Laba bersih emiten restoran makanan Italia ini hanya sebesar Rp6,04 miliar.

Laba bersih tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp40,18 miliar. Padahal, penjualannya di Kuartal I/2020 mencapai Rp955,64.

Adapun, dilansir dari Bisnis.com, kabar bangkrutnya NPC International Inc. tidak berdampak sama sekali pada kinerja bisnis PZZA. Namun, kabar itu rupanya langsung mempengaruhi pergerakan saham PZZA di bursa.

Di penutupan bursa hari ini (2/7), diketahui saham PZZA terjun 2,5%. Merosotnya saham PZZA ini sudah terjadi sepanjang tahun berjalan (year to date) dan melemah hingga 30,67%.

Wah, semoga enggak berpengaruh ke harga dan kualitas produk pizzanya juga ya. Kamu suka varian rasa apa di Pizza Hut?