Usaha Katering: Lelah Dipilih, Cuan Diraih

Like

Berbicara tentang kuliner pasti tidak ada habisnya, baik dari sisi penggiat maupun dari penikmat. Sebegitu menariknya dunia kuliner ini membuat banyak orang yang ingin mengembangkan usaha di bidang ini, mulai dari jenis usahanya hingga cara jualannya.

Nah kali ini saya ingin berbagi pengalaman berusaha kuliner dengan model katering. Menurut saya pribadi, usaha katering adalah usaha kuliner paling enak. Kenapa enak? Ada beberapa keunggulan dari katering jika dibandingkan dengan model lain, antara lain:

Tidak kenal dengan kata tidak laku

Usaha kuliner jenis ini memang tidak mengenal kata tidak laku. Hal ini disebabkan karena jumlah yang kita produksi sesuai dengan jumlah yang dibeli. Jikapun ada kelebihan biasanya sebagai bentuk compliment atau bonus kepada pelanggan. Itupun jumlahnya terbatas sehingga isitilah orang Jawa yang menganggap usaha ini anti bubruk mungkin tepat.

Lelah yang berupah


Nah, kenapa lelah yang berupah? Ya karena tidak kenal dengan istilah tidak laku, maka setiap lelah didalam prosesnya pasti ada untungnya. Sedikit berbeda dengan usaha warung makan. Dahulu saya dan istri pernah buka warung makan. Jika kondisi rame, capek. Sedangkan jika sepi, lelah. Yang membedakan jika rame capek, buahnya bahagia, sedangkan jika sepi dan lelah, berbuah kesedihan.

Di usaha kuliner jenis ini kita benar-benar bisa memilih kapan kita mau berlelah-lelah membuat pesanan ataupun kita benar-benar beristirahat memanjakan diri. Hal yang dahulu tidak kami temui ketika berusaha warung makan.

Keuntungan yang jelas

Mengapa keuntungan jelas? Keuntungan jelas karena sudah pasti barang kita laku terjual, dan tidak mengenal kata rugi kecuali ada suatu kejadian yang luar biasa. Apakah keuntungan dari jenis usaha kuliner lain tidak jelas? Keuntungan dari  jenis usaha lain jelas kok perhitungannya, akan tetapi resiko tidak laku besar sehingga kita perlu lebih matang dalam mengelola modal yang kita punya.

Mungkin itu dulu sharing dari saya sebagai salah satu yang sedang merintis usaha catering, nah untuk tantangan dan cara pengembangannya mungkin saya sharing di artikel berikutnya.