Prioritaskan Content Creator, YouTube Resmi Sembunyikan Jumlah Dislike

YouTube Illustration Web Bisnis Muda - Image: Flickr

Like

Penggunaan media sosial di tengah laju informatika yang begitu cepat ini memang mendatangkan beberapa dampak positif. Salah satunya seperti keterbaruan informasi yang begitu cepat.

Namun, jika penggunaannya tak terkendali, tidak menutup kemungkinan media sosial juga dapat mendatangkan dampak negatif seperti kecanduan serta kesehatan mental yang terganggu.

Untungnya, beberapa platform media sosial sudah mulai menyadari pentingnya kesehatan mental dengan menghadirkan beberapa fitur pendukung pada platform masing-masing.

Seperti halnya yang dilakukan oleh YouTube belum lama ini, yakni penghapusan fitur dislike yang disinyalir mampu mengurangi tekanan sosial. Penghapusan fitur tersebut juga dirasa mampu meningkatkan kenyamanan daripada content creator, lho, Be-emers!

Baca Juga: Instagram Hadirkan Fitur Take a Break Guna Kurangi & Cegah Kecanduan Menggunakan Platform


Fitur Dislike Pada YouTube Bersifat Privat

Melansir dari The Verge, tepat pada Rabu, (10/11/2021) YouTube secara resmi mengumumkan bahwa pihaknya akan menyembunyikan jumlah dislike daripada setiap video YouTube secara berkala disemua perangkat termasuk web dan telepon genggam.


Jadi, nantinya jumlah dislike hanya akan dapat diakses secara privat atau lebih jelasnya hanya content creator daripada video saja yang bisa melihatnya.

Content creator tetap dapat melihat jumlah dislike dari YouTube Analytics agar tetap mengetahui feedback serta performa dari setiap video yang dibuat.

Selaras dengan hal tersebut, penyembunyian fitur dislike ini merupakan buah dari riset yang dilakukan oleh Head Creator Liaison YouTube yaitu Matt Koval beserta tim yang berhasil menghimpun keberadaan jumlah dislike kini kerap dipakai pengguna dengan tendensi untuk menjatuhkan suatu video atau bahkan content creator.

Berdasarkan riset yang sama, Koval juga menyatakan bahwa dengan keberadaan jumlah dislike dapat mendorong tambahan jumlah dislike terkhusus pada beberapa kasus yang menunjukkan bahwa ajakan dislike seringkali dilakukan secara terkoordinasi.

Dengan begitu, diharapkan lewat penyembunyian jumlah dislike ini mampu membuat content creator terhindar dari tekanan sosial serta rasa malu yang didapat dari jumlah dislike yang terlihat.

Selanjutnya, Koval mengharapkan lewat penyembunyian jumlah dislike ini dapat menciptakan rasa nyaman serta ekspresi yang luas bagi setiap content creator dalam pembuatan video di YouTube.

Nah, kira-kira bagaimana tanggapan Be-emers soal penyembunyian jumlah dislike ini?