Jadi Tren, Ini 3 Alasan Banyak Orang Kecanduan TikTok!

Kecanduan TikTok. (Sumber: Canva)

Like

Pengguna TikTok meningkat tajam. Di akhir tahun 2022 diperkirakan mencapai angka 1,8 miliar. Mengapa TikTok bisa melejit dengan sangat cepat? Apa yang membuatnya disukai hingga banyak orang kecanduan TikTok?

Saat ini TikTok menjadi media sosial yang sangat populer. Busines of Apps dalam laporannya menyebutkan bahwa TikTok adalah media sosial yang paling banyak diunduh tahun 2020 dan mempertahankan predikat tersebut pada tahun 2021.

TikTok adalah media sosial yang diluncurkan oleh perusahaan teknologi asal China, ByteDance. Mengutip dari BBC, awalnya ByteDance mendirikan aplikasi bernama Douyin di China. 

Dalam satu tahun, aplikasi itu berhasil mendapat 100 juta pengguna di China dan Thailand. Melihat potensinya, ByteDance memutuskan untuk ekspansi namun dengan nama atau brand yang berbeda.

Kemudian lahirlah aplikasi TikTok pada tahun 2018 dan ekspansinya terus berlanjut ke seluruh penjuru dunia hingga saat ini. Apa yang membuat orang-orang begitu menyukai hingga kecanduan TikTok? Sedangkan ada banyak sekali media sosial yang bisa mereka gunakan.


Baca Juga: Instagram Tak Lagi Jadi Media Sosial Favorit Kaum Remaja
 

1. Algoritma TikTok


TikTok adalah media sosial yang dikatakan memiliki algortima powerful karena dapat mencocokan dengan setiap penggunanya. 

Dalam TikTok ada kolom yang bernama For You Page, ini adalah tempat para penggunanya dapat melihat video yang sudah dicocokan dengan selera mereka berdasarkan apa yang mereka tonton sebelumnya.

Algoritma ini memperkecil kemungkinan pengguna melihat video-video yang tidak ingin mereka lihat. Itu yang membuat banyak orang menikmati berselancar di aplikasi ini. 
 

2. Durasi Video Cukup 


Video-video dalam TikTok memiliki durasi 15 detik hingga 3 menit. Durasi ini mengalami beberapa perubahan dan ditetapkan setelah TikTok melakukan riset serta masukan dari penggunanya.

Durasi yang dianggap tidak terlalu lama membuat penggunanya menikmati dan terlarut karena setiap selesai satu video mereka bisa scroll untuk melihat video yang lain.

Dikutip dari Forbes, Profesor Julie Albright mengatakan bahwa ketika berselancar di TikTok kita akan melihat foto atau video yang menarik perhatian. 

Hal tersebut menimbulkan dopamin dalam otak tengah yang membuat kita kecanduan. Akhirnya secara tidak sadar kita akan terus scroll atau tidak bisa lepas dari TikTok. 
 

3. Diferensiasi Konten


TikTok adalah media sosial yang membebaskan penggunanya untuk membuat konten video atau foto sesuai kreativitas mereka. Bahkan TikTok memberi fasilitas musik dan filter atau efek.

Profesor Julie Albright berpendapat bahwa diferensiasi ini membuat pengguna TikTok bersemangat. Dalam dunia psikologi kondisi ini dapat dikatakan dengan random reinforcement

Kadang kita melihat hal yang disukai, kadang melihat yang tidak disukai. Konsep itu seperti judi dan itu bersifat adiktif. Jadi diferensiasi ini justru membuat kita penasaran dan tetap bertahan di aplikasi itu.

Kamu pengguna TikTok juga? Setuju enggak dengan alasan-alasan di atas?

Baca Juga: TikTok Hapus Lebih dari 7 Juta Akun Di Bawah Umur

Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.


penulis: syafira