Ekonomi Global Anjlok, Bos IMF Sebut Perang Rusia-Ukraina Pemicunya

Bos IMF soal Perang Rusia Ukraina. (Foto: Business Insider)

Like

Perang Rusia-Ukraina sudah terjadi selama sembilan bulan dan berdampak pada ekonomi. Bos IMF mengatakan perang pemicu ekonomi global anjlok, bagaimana analisisnya?

Rusia mengumumkan secara resmi perang dengan Ukraina pada 24 Februari 2022. Negara-negara Barat telah memperingatkan Rusia akan sanksi yang diberikan jika perang pecah.

Namun, Rusia tetap mengumumkan perang ditandai dengan ledakan di beberapa kota di Ukraina. 

Imbas dari perang ini terhadap Rusia sendiri adalah sanksi yang ia dapat dari negara-negara Barat seperti penyitaan aset hingga pemberhentian impor energi.
 

Keadaan Ekonomi Global selama Perang


Data dari Business Insider, selama Perang Rusia-Ukraina berjalan, ekonomi global terdampak sedikit demi sedikit dan terus memburuk. 


Bahkan Rusia, negara yang memicu perang, sudah mengumumkan resesi (17/11) setelah PDB negaranya menurun dua kuartal berturut-turut. 

Perang Rusia-Ukraina telah mengganggu ekonomi global dengan menaikkan biaya makanan dan energi, yang menyebabkan kenaikan inflasi yang signifikan.

Baca Juga: Resmi, Rusia Resesi! Winter is Coming?
 

Bos IMF: Perang Rusia-Ukraina Penyebab Terbesar Ekonomi Anjlok


Perang Rusia di Ukraina adalah penyebab terbesar yang menyeret ekonomi global ke dalam penurunan, kata kepala IMF seperti yang dikutip dari Business Insider.

Invasi Rusia ke Ukraina memiliki dampak negatif yang sangat besar pada ekonomi global tahun ini dan kemungkinan akan terus menyeret turun pertumbuhan pada tahun 2023.

"Kami menilai perang di Ukraina sebagai satu-satunya faktor negatif terpenting bagi ekonomi dunia tahun ini, kemungkinan besar juga tahun depan," kata Kristalina Georgieva Rabu (16/11).

"Apa pun yang menimbulkan lebih banyak kecemasan, tentu saja, merusak prospek pertumbuhan dan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi orang di mana pun," tambah direktur pelaksana IMF.

IMF mengatakan pada bulan Oktober bahwa perang di Ukraina kemungkinan akan terus memukul ekonomi dunia tahun 2023, memprediksi bahwa pertumbuhan global akan turun dari 3,2 persen pada tahun 2022 menjadi 2,7 persen pada tahun 2023.

Kepala IMF, Georgieva berbicara pada media dalam G20 bahwa para kepala negara mengeluarkan deklarasi yang mengecam invasi Rusia dan mendesak agar perang segera berakhir.

"Ini adalah pertama kalinya sejak Februari tahun ini ada deklarasi bersama yang datang dari komite seperti itu," kata Georgieva. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia karena memimpin dengan baik, di saat yang sangat sulit ini."

Baca Juga: Resesi dan Pandemi Bukan Penghalang, Begini Cara Dapat Cuan Tambahan
 

Ini bukan pertama kalinya kepala IMF memperingatkan tentang resesi global yang terjadi pada tahun 2023.

Pada bulan Oktober, dia mengatakan bahwa penurunan yang akan datang kemungkinan akan lebih buruk dari yang diperkirakan, dan dapat menghapus sekitar US$4 triliun dari hasil ekonomi dunia pada tahun 2026.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.