Resmi, Rusia Resesi! Winter is Coming?

Putin, Rusia Resesi. (Foto: World Economic Forum)

Putin, Rusia Resesi. (Foto: World Economic Forum)


Rusia resmi mengumumkan bahwa negaranya mengalami resesi. Hal ini terjadi setelah sembilan bulan Rusia menginvasi Ukraina. Baca laporan Rusia resesi selengkapnya disini.

Dilansir dari CBS News, sembilan bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina perekonomiannya memasuki masa resesi. Keadaan ini diperkuat dengan statistik pemerintah Rusia yang dirilis minggu ini.

Menurut Badan Statistik Rusia, Rosstat, output negara telah menyusut selama dua kuartal berturut-turut.

Dalam laporan Rosstat, periode Juli-September output ekonomi Rusia turun 4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Aktivitas grosir, eceran, pengiriman dan manufaktur turun selama periode itu, sementara konstruksi dan pertanian tumbuh, kata pemerintah Rusia.


Penurunan tersebut mengikuti penurunan 4,1 persen pada periode April-Juni, dipimpin oleh penurunan aktivitas perdagangan, shipping, pembuangan limbah, restoran dan hotel.

Pada umumnya resesi didefinisikan sebagai penurunan produk domestik bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut, meskipun di AS untuk menyebut resesi harus didasari banyak faktor tidak semudah hanya melihat dari PDB.
 

Perang Rusia-Ukraina


Baca Juga: Bank Sentral Rusia akan Larang Penggunaan Cryptocurrency?

Perang antara Rusia dan Ukraina sudah terjadi selama sembilan bulan. Perang ini diawali dengan ledakan di beberapa kota di Ukraina.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, juga secara resmi telah mengumumkan berperang dengan Ukraina pada 24 Februari 2022.

Ketegangan Rusia dan Ukraina sebenarnya sudah terjadi cukup lama, apalagi setelah Ukraina lepas dari Commonwealth of Independent States (CIS).

Di akhir 2021 keadaan mulai panas dengan Rusia yang mulai menumpuk pasukannya di perbatasan Ukraina. 

Pemimpin dunia apalagi negara-negara barat sudah memberikan peringatan kepada Rusia jika perang pecah antara kedua negara tersebut.
 

Dampak Perang terhadap Ekonomi Rusia


Pecahnya perang membuat Rusia mendapat sanksi dari negara Barat. Sanksi yang dijatuhkan diantaranya pemblokiran rekening bank sejumlah pejabat Rusia, penyitaan aset, hingga pemberhentian impor energi.

Gempuran ekonomi dari negara Barat ini membuat Rusia keok juga. Ada penurunan ekonomi yang mencolok sejak September, ketika Vladimir Putin mengerahkan pasukan untuk perang.

Penelitian dari Bank Rusia mencatat bahwa ekonomi negara menjadi lebih buruk pada bulan September.

Tanda-tanda awalnya muncul beberapa penurunan pada akhir bulan karena penawaran dan permintaan turun dan inflasi naik.

Ketua Bank of Russia, Elvira Nabiullina, memperingatkan anggota parlemen awal pekan ini bahwa gambaran ekonomi dapat memburuk.

Baca Juga: Perlambatan Ekonomi Beberapa Kali, Siapkah Indonesia Resesi?

"Kita benar-benar perlu melihat situasi dengan sangat bijaksana, dengan mata terbuka," katanya kepada majelis Rusia, yang dikenal sebagai Duma, menurut kantor berita Interfax.

Nabiullina mengatakan kepada para pejabat untuk bersiap atas perkembangan apa pun, baik atau buruk.
"Ya, situasinya bisa memburuk, kami memahami ini," katanya, menyerukan restrukturisasi ekonomi.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.