Presiden Jokowi Sebut Defisit Fiskal 2022 Lebih Kecil, Apa Sebabnya?

Jokowi soal Defisit Fiskal. (Foto: Wikimedia)

Like

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa defisit fiskal Indonesia secara keseluruhan pada tahun 2022 jauh lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya. Apa penyebabnya?

Defisit fiskal merupakan perbedaan antara total pendapatan dan total pengeluaran pemerintah dalam satu tahun keuangan.

Kondisi defisit fiskal muncul ketika pengeluaran pemerintah lebih dari pendapatan yang dihasilkan oleh pemerintah pada tahun anggaran tertentu.

Defisit fiskal adalah hal yang wajar dan pasti ada dalam setiap negara. Ini juga menjadi indikator seberapa baiknya sebuah pemerintahan mengelola keuangannya. 

Ada rumus tersendiri untuk menghitung defisit fiskal suatu negara yaitu dengan total pengeluaran satu tahun dikurangi total pendapatan satu tahun yang tidak termasuk pinjaman.


Di penghujung tahun 2022 pemerintah Indonesia sudah melakukan melakukan perkiraan defisit fiskal Indonesia di tahun 2022 ini.

Baca Juga: Inflasi November Melambat, Buktikan Ekonomi Indonesia Kuat?
 

Defisit Fiskal 2022 Kemungkinan Lebih Kecil


Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ada kemungkinan defisit fiskal Indonesia pada tahun 2022 lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya. 

Mengutip dari Malaya Business Insight, defisit fiskal Indonesia secara keseluruhan tahun 2022 diperkirakan sebesar 2,49 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan defisit fiskal pada tahun 2021 dan 2020, kata Presiden Joko Widodo, Rabu (21/12).

Perkiraan defisit juga di bawah proyeksi terbaru otoritas tentang kesenjangan sekitar 3 persen dari PDB dan dibandingkan dengan target defisit 4,5 persen dalam APBN-P 2022.

Pada tahun 2021, defisit fiskal Indonesia sebesar 4,6 persen. Sedangkan pada tahun 2020 defisit fiskal Indonesia sebesar 6,1 persen. Angka-angka ini memang cukup tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada hari Selasa (20/12) mengatakan pada awal tahun hingga 14 Desember ini pemerintah menjalankan defisit fiskal sebesar 1,22 persen dari PDB.

Tetapi pengeluaran masih diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari terakhir tahun 2022 untuk beberapa proyek infrastruktur dan subsidi bahan bakar.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh, Ini Pemicunya

Indonesia telah menikmati ledakan ekspor di tengah harga komoditas global yang tinggi tahun ini dan hal ini juga mendukung pengumpulan pajak.

Pemulihan ekonomi akibat pandemi dan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga menjadi penopang penerimaan pemerintah, kata Sri Mulyani.

Presiden juga mengatakan dengan penurunan kasus COVID-19, Indonesia dapat mencabut semua pembatasan mobilitas terkait pandemi yang tersisa pada akhir tahun.

Perekonomian Indonesia berkembang dengan laju tercepat dalam lebih dari satu tahun pada kuartal ketiga, didukung oleh peningkatan investasi dan belanja pemerintah, namun para ekonom memperingatkan masa-masa yang lebih sulit ke depan.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.