Selalu Tampil Sederhana dan Bersahaja, Ini Biografi Maudy Ayunda

Biografi Maudy Ayunda (Foto: instagram.com/maudyayunda)

Like

Siapa yang gak kenal artis cantik tanah air yang sangat mempesona ini? Maudy Ayunda, definisi wanita yang cantiknya berbeda. Ia memiliki kepribadian yang baik dan menunjukkan wanita independen yang sebenarnya. 

Dalam era feminisme, dimana banyak wanita yang menyuarakan kesetaraan. Maudy Ayunda punya cara tersendiri mengungkapkannya lewat perjalanan kehidupannya.

Tidak banyak bicara, tapi banyak bertindak. Simak ini dia biografi Maudy Ayunda, sosok wanita muda bertalenta milik Indonesia!
 

Sederhana, Bersahaja, Tanpa Sensasi

Maudy selalu tampil sederhana, tapi kesederhanaannya tidak membuatnya kurang menarik. Justru, ia cantik karena cara berpikir dan bertindaknya sangat misionaris. 

Saat kecil ternyata ia bermimpi menjadi seorang guru. Meskipun menjadi seorang artis terkenal, ini tidak pernah menghalangi mimpi dan tujuannya. Wanita ini adalah seorang introvert, namun sangat bertalenta dan sering sekali menjadi brand ambassador dari berbagai brand. 

Maudy Ayunda pernah meraih 32 nominasi dan mendapatkan 4 penghargaan dalam bidang Entertainment dan Edukasi. 

 

S1 di Harvard dan S2 di Standford 

Wah, ini adalah suatu kegirangan besar bagi mereka para pebisnis jika mampu memasuki Universitas Harvard dan Standford. Silicon Valley adalah julukan bagi kota tempat Maudy sekarang menimba ilmu S2nya. 

Silicon Valley adalah tempat perusahaan teknologi terbesar dan berkumpulnya para miliarder. Lebih lagi, Standford adalah tempat bagi para lulusan CEO perusahaan teknologi. Mulai dari Google, Facebook, Twitter, dan berbagai perusahaan teknologi lainnya. 

Lewat Youtube dan wawancara di Narasi, Maudy menyatakan bahwa ia senang sekali membaca sejak kecilnya. Belajar adalah kegemaran Maudy. 

Ia merasa bahwa ilmu yang dipelajarinya tidak pernah cukup. Justru, ia selalu merasa kekurangan setelah membaca sebuah buku. Buku adalah hiburan bagi Maudy sejak kecil. 
 

Pandai Memainkan Alat Musik 

Awalnya Ibu Maudy tidak setuju untuk mengizinkan Maudy belajar di Harvard. Namun, Maudy pantang menyerah, ia tetap gigih dan konsisten menunjukkan minatnya terhadap dunia pendidikan.

Dari bernyanyi, bermain musik, hingga teater. Dari sinilah Maudy Ayunda berkembang menjadi seorang yang percaya diri. Ibunya selalu mendorongnya untuk tampil percaya diri. 

Tidak dengan perkataan saja, namun Ibu Maudy memberikan kesempatan kepada Maudy untuk mengasah kemampuan seninya. Satu tahun menunggu sambil menerima peran sebagai perahu kertas, barulah Ibu Maudy merelakan Maudy untuk belajar di harvard. 

Sejak kecil, Maudy diajak untuk berpikir kritis. Mengapa dan apa penyebab dari sesuatu dapat terjadi. Seperti halnya semua keputusan harus didasari atas alasan yang jelas dan logis. 
 

Antusias Dalam Pendidikan 

Wanita ini memang memiliki tekad dalam berbagai hal, apalagi mengejar mimpinya. Maudy mendirikan yayasan “Maudy Ayunda Foundation”. Ia sangat peduli terhadap model pendidikan Indonesia yang kurang kritis. 

Lima tahun lalu, Maudy menajdi pembicara termuda dalam Forum EKonomi Global 2015. Ia juga pernah berbicara di 4th Congress of Indonesian Diasporas.

Maudy juga pernah menjadi pembicara Indonesia Women’s Forum (IWF) 2018. Ini yang prestasinya yang tertangkap publik, di balik layar pastinya Maudy memilki banyak prestasi yang mengagumkan.
 

Penulis Buku 

Menulislah maka engkau akan dikenang, beginilah cara Maudy menginspirasi pemuda Indonesia. Lewat bukunya yang berjudul “Dear Tomorrow” yang memberikan pandangan dan perspektif tentang harapan dan cita-cita yang harus diraih oleh semua orang.

“An opportunity to recreate yourself, your dreams, and your destiny. You will struggle, because you will have to adapt. If it's easy, then it’s not a change at all.”

Maudy Ayunda -Dear tomorrow