Kemapanan Finansial dalam Kehidupan Selalu Berubah, Bagaimana Menjaganya?

Mengatur finansial bisa dari mengatur uang yang masuk (Sumber gambar: pexels.pixabay.com)

Like

Sering mendengar dengan peribahasa roda kehidupan selalu berputar?. Pengertian roda berputar adalah bergerak maju namun seiring berjalannya waktu dia akan berhenti saat waktu tutup usia. 

Roda kehidupan tidak selalu di atas, artinya tidak selalu mapan dengan kekayaannya. Pasti pada suatu saat dia akan berputar kehilangan kekayaannya.

Teringat sebuah peristiwa yang mengejutkan kita semua. Penemuan jasad seorang ibu bernama Grace Arijani Harahapan (64) dan putranya David Ariyanto Wibowo (38). Mereka tinggal di sebuah rumah yang megah di Jalan Pesanggrahan VII Perumahan Cinere Bukit Indah.

Kematian yang tidak wajar itu membuat kita semuanya tercengang akan kehidupan kemapanan finansial yang pernah dirasakan oleh keluarga ini semasa suaminya hidup.

Kemapanan finansial identik dengan mapan dari segi keuangan yang dapat diartikan kondisi seseorang yang punya tempat tinggal tetap, pekerjaan bagus, mobil dan tabungan yang cukup.


Namun, sejak suaminya meninggal di tahun 2011, terlihat  kondisi sosial dari ibu Grace ini berubah total.   Kondisi sosial akibat dari hilangnya kemapanan finansial membuat ibu Grace menyembunyikan diri dari lingkungan. 

Dia tak mau bergaul dengan tetangga, bahkan dia sengaja menutup diri dari siapa pun. Kemapanan keuangan yang hilang jadi pemicu dari kehilangan status sosial tersebut. Akhirnya, dia mengakhiri hidupnya.


Pembelajaran dari kemapanan keuangan


Apabila kita menggantungkan diri kemapanan keuangan dari seseorang entah itu suami atau anak, bisa saja tiba-tiba suami atau anak meninggal. Anggota keluarga akan goncang karena tidak terbiasa untuk bekerja mencari nafkah.

Selalu mengingatkan diri sendiri bahwa kemapanan finansial itu tidak tergantung kepada seseorang, baik itu kepala keluarga atau anggota keluarga yang lainnya.

Setiap orang harus belajar bagaimana cara mengelola dan mengatur keuangan untuk masa depan.


Ini 5 cara mengelola keuangan dengan baik dan mudah


1. Selalu menyiapkan anggaran keuangan


Anggaran keuangan keluarga yang sederhana perlu dibuat supaya kita dapat menganggarkan berapa pemasukan dan berapa pengeluaran bulanan. 

Apakah pemasukan sudah memenuhi syarat untuk kebutuhan primer dan sekunder. Mengevaluasi kondisi keuangan Anda setiap waktu agar tetap sehat dan tidak defisit .


2. Belajar untuk menabung


Menabung harus menjadi kebiasaan sejak kecil hingga dewasa bahkan sampai tua. Kita tidak bisa memprediksi apakah kondisi keuangan kita selalu baik-baik saja.

Apabila terjadi PHK atau sakit yang membutuhkan dana besar, kita perlu gunakan tabungan itu untuk hal-hal darurat. Jika tidak punya tabungan kita akan sulit mengatasi hal-hal darurat


3. Hindari berutang


Kekurangan uang bukan berarti harus berhutang. Berutang itu perlu dihindari karena sekali kita terlibat dalam hutang, kita akan sulit untuk ke luar dari jeratnya. Kecuali kita punya dana untuk melunasinya.

Namun, jika kita harus berhutang karena terdesak dan ada gap waktu dana yang kita butuhkan dengan dana yang ada (misalnya masih ada di deposisto yang belum jatuh tempo), maka kita dapat berhutang, tapi segera melunasinya dan tidak berhutang lagi.


4.Catatan Keuangan


Anggaran keuangan pribadi atau keluarga harus punya catatan. Meskipun sederhana, tapi tetap diperlukan karena tanpa catatan, kita tidak mengetahui dimana bocornya dana itu dan kenapa selalu ada kekurangan dana. Pemasukan dan pengeluaran perlu dicatat dengan rinci.


5. Mengatur anggaran sesuai prioritas kebutuhan


Kita perlu punya skill untuk mengelola keuangan dengan perencanaan yang sangat jelas. Buatlah prioritas tujuan keuangan sesuai dengan prioritas kebutuhan. Hindari keinginan yang tidak ada dalam list kebutuhan.


6.  Berinvestasi


Apabila kita sebagai istri atau anggota keluarga yang belum memiliki pendapatan tetapi diberikan wewenang untuk mengelola dana keluarga, biasakan untuk berinvestasi untuk dana liquid yang ada. 

Dengan kebiasan berinvestasi, kita dapat paham bagaimana mendapatkan pasive income apabila suami atau anggota keluarga tidak lagi menjadi “source of income”.

Jadi, jangan menggantungkan keuangan pada orang lain juga ya Be-emers.

Punya opini atau artikel untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.