#BuyOrBye: ITMG Hingga ADRO Anjlok di Tengah Harga Batu Bara yang Menguat Terus, Waktunya Buy on Weakness?

Kenaikan Harga Batu Bara Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Kenaikan Harga Batu Bara Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Memasuki bulan Oktober 2021, harga batu bara telah tembus rekor US$200 per ton. Di tengah harga batu bara yang terus menguat, bagaimana dengan saham batu bara seperti INDY, ITMG, ADRO, hingga BUMI?

Sejak Januari 2021, harga batu bara terus menunjukkan penguatan yang cukup signifikan nih, Be-emers. Berdasarkan data Kementerian ESDM, harga batu bara acuan pada Januari 2021 sebesar US$75,84 per ton.

Sementara itu, hingga Rabu (6/10), data Business Insider menyebutkan kalau harga batu bara telah mencapai US$230 per ton lho! Bahkan, pada Selasa (5/10), harga batu bara sempat berada di level harga US$274,5 per ton!

Baca Juga: Harga Batu Bara Naik, Apa Dampaknya?
 

Meroketnya Harga Saham Batu Bara dan Aksi Profit Taking

Seiring dengan melesatnya harga batu bara, saham-saham emiten produsen emas hitam pun juga ikut terkerek nih, Be-emers. Sejak 30 September 2021, saham-saham batu bara seperti ADRO, BUMI, INDY, dan ITMG meroket nih.

Di hari itu, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) memimpin lonjakan dengan naik 6,53 persen ke level Rp20.800. Sementara saham PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 5,56 persen ke level Rp1.900.

Bahkan, saham PT Bumi Resource Tbk. (BUMI) bangkit dengan naik 3,13 persen ke level Rp 66. Sedangkan saham PT Adaro Energy Tbk, (ADRO), naik 2,23 persen ke level Rp1.760.

Kenaikan harga saham-saham batu bara tersebut terus berlanjut hingga perdagangan Rabu (6/10). Namun, terus melambungnya saham batu bara akhirnya membuatnya rawan terhadap aksi profit taking nih, Be-emers.

Benar saja, pada perdagangan Kamis (7/10), keempat saham batu bara tersebut kompak anjlok! Bahkan, BUMI, INDY, ADRO, dan ITMG kompak terjun lebih dari enam persen!
 
Emiten PER Harga Saham 7 Oktober 2021 Penurunan
BUMI 118.65x Rp86 -6,52%
ITMG  7.91x Rp23.875  -6,92%
INDY 30.08x Rp2.010 -6,94%
ADRO 11,26x Rp1.735 -6,97%
Sumber: RTI Business


 

Kelanjutan Kenaikan Harga Batu Bara, Kesempatan Buy on Weakness?

Kenaikan harga batu bara yang sudah menembus level US$200 ini diyakini akan terus berlanjut lho, Be-emers. Bahkan, produsen batu bara terbesar Filipina memprediksi kalau harga batu bara bakal tetap tinggi hingga semester I/2022.

Meski begitu, dikutip Bisnis, Ketua Semirara Mining & Power Corp Isidro Consunji mengatakan bahwa di tingkat ini, industri batu bara bakal kelebihan produksi. Nantinya, jika terlalu banyak pasokan, harganya malah akan turun.

 

Buy on Weakness Saham Batu Bara Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

Buy on Weakness Saham Batu Bara Illustration Bisnis Muda - Image: Canva



ITMG misalnya, diketahui dari laman Bisnis, sudah menargetkan peningkatan produksi batu bara lebih dari 19 juta ton -yang mana melampaui targetnya di 2021. Hal itu dilakukan ITMG seiring melonjaknya harga batu bara acuan (HBA) di bulan Oktober 2021.

Memang sih, kekurangan pasokan batu bara telah membuat harga di China, bahkan seluruh dunia mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Namun, sejumlah negara juga sudah mulai beralih ke sumber energi alternatif lain, terutama untuk pembangkit listrik.

Meski begitu, Kementerian ESDM tetap menegaskan kalau Indonesia masih akan bergantung dengan energi fosil, seperti batu bara, walaupun energi terbarukan semakin besar nih, Be-emers. Itu artinya, pasokan batu bara dalam negeri akan terus dibutuhkan untuk kebutuhan energi nasional.

Jadi, masih ada harapan kah untuk saham-saham batu bara? Kira-kira, kamu bakal buy on weakness atau bye aja nih sama saham-saham batu bara?

 
Pertanyaan 1 dari 1

Saham Batu Bara Mana yang Bakal Kamu Buy on Weakness dan Masih Layak untuk Dikoleksi?

Card image cap