Harga Batu Bara Naik, Apa Dampaknya?

Dampak Kenaikan Harga Batu Bara Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Dampak Kenaikan Harga Batu Bara Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva


Harga batu bara makin meroket nih, Be-emers. Meski begitu, ada sejumlah dampak yang muncul dari kenaikan harga batu bara lho.

Berdasarkan data di laman resmi Kementerian ESDM, harga acuan batu bara terus meningkat dari awal tahun 2021. Tercatat, harga acuan batu bara di bulan Januari 2021 yakni sebesar US$75,84 per ton.

Sedangkan pada bulan September 2021, harganya sudah menyentuh US$150,03 per ton. Bahkan, menjelang bulan Oktober 2021, harga batu bara sudah tembuh di level harga US$200 per ton lho, Be-emers!

Kenaikan harga batu bara yang sampai menyentuh level US$200 per ton itu pun jadi yang tertinggi sejak tahun 2008 lho. Sejumlah faktor seperti harga gas alam dunia yang meningkat, hingga potensi batu bara sebagai energi alternatif yang lebih terjangkau, akhirnya memicu harga batu bara semakin melonjak.

Kenaikan harga batu bara ini tentunya membawa sejumlah dampak nih. Apa saja dampak dari kenaikan harga batu bara?


Baca Juga: Kontroversi di Balik Tambang Emas Sangihe dan Freeport
 

Saham Emiten Batu Bara Melesat

Saat harga batu bara melesat, ada dua pihak yang pasti bahagia: emiten batu bara dan kamu yang mengoleksi sahamnya. Iya kaan? Hihi

Sejumlah saham batu bara seperti ADRO, BUMI, INDY, hingga ITMG kompak melesat! Misalnya, di perdagangan 30 September 2021, saham ITMG berhasil memimpin lonjakan harga saham batu bara dengan naik 6,53 persen ke level Rp20.800.

Sementara itu, di urutan kedua ada INDY, yang naik 5,56 persen ke level Rp1.900. Sedangkan ADRO dan BUMI, masing-maing melesat 2,23 persen ke level Rp1.760 dan 3,13 persen ke level Rp66.

Sementara itu, hingga perdagangan Senin (4/10), sejumlah saham tersebut masih menunjukkan performa kenaikan harga yang cukup signifikan lho!
 
Emiten Harga Saham 4 Oktober 2021 Kenaikan
BUMI Rp84  23,53%
ITMG Rp24.575 16,06%
INDY Rp2.150 9,97%
ADRO Rp1.860 4,49%
Sumber: RTI Business


Baca Juga: Alami Lonjakan Harga, Emiten Batu Bara Kejar Cuan 


Dampak Harga Batu Bara Terhadap PLN

Di sisi lain, kenaikan harga batu bara yang tembus hingga US$200 per ton, justru punya dampak lain bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Seperti yang diketahui, batu bara merupakan salah satu sumber energi yang mendominasi pembangkit listrik di Indonesia.

Data Kementerian ESDM menyebutkan, penggunaan batu bara sebagai pembangkit listrik pun terus meningkat dari 2015 hingga 2020. Presentase penggunaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik nasional telah mencapai 30.14 persen di tahun 2015.

Sementara di tahun 2020, penggunaannya semakin meningkat, yakni mencapai 38,04 persen nih, Be-emers.

Baca Juga: Batu Bara Akan Tetap Jadi Sumber Energi Masa Depan, Apa Alasannya?

Namun, kenaikan harga batu bara cukup terhalang oleh adanya Domestic Market Obligation (DMO). Pasalnya, Kementerian ESDM mematok DMO harga batu bara hanya sebesar US$70 per ton ke PLN.

Meski begitu, dilansir Bisnis, pihak PLN menyatakan kalau pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) enggak terganggu meski harga batu bara terus meningkat, Be-emers.

Adapun, pihak PLN dan Kementerian ESDM juga tengah meninjau kembali formula perhitungan besaran tarif kompensasi DMO.

 

Dampak Kenaikan Harga Batu Bara Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Dampak Kenaikan Harga Batu Bara Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

 

Ancaman Kurangnya Pasokan Industri Semen

Jika industri batu bara tengah berbahagia, industri semen justru harus tertekan seiring dengan naiknya harga batu bara acuan (HBA) nih, Be-emers. Kok, bisa sih?

Menurut Pelaksana Harian Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Djoko Widjajanto, dikutip Bisnis, terus meningkatnya harga batu bara bakal menyulitkan tersedianya pasokan industri semen.

Soalnya, ada dugaan bahwa pemasok bakal lebih memilih untuk melakukan ekspor karena harganya jauh lebih tinggi dibanding di dalam negeri, yang mana DMO batu bara ditetapkan sebesar US$70/ton. Dengan kata lain, pemasok leboh tertarik ekspor karena bisa lebih cuan.

Hmm.. menurut kamu, apa dampak lain dari kenaikan harga batu bara?