#BuyOrBuy: Pilih Investasi Properti Fisik Atau Virtual?

Pilih Investasi Properti Fisik Atau Virtual

Pilih Investasi Properti Fisik Atau Virtual

Belakangan, lagi nge-tren banget nih investasi properti virtual lewat metaverse maupun kripto. Hmm.. tapi mending investasi properti dalam bentuk fisik atau virtual aja ya?

Selain saham, emas, obligasi, ataupun kripto, investasi properti juga cukup menjanjikan lho. Dikutip dari laman Bisnis, GM Ciputra Grup Andreas Raditya mengatakan bahwa hanya properti yang kenaikannya berlipat, bahkan bisa mencapai lebih dari 100 persen!

Nilai properti memang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Apalagi, saat kamu membeli aset seperti tanah, rumah, atau apartemen, kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan menjual atau menyewakannya kepada pihak lain.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, kini aset properti juga bisa dimiliki secara virtual! Lalu, mana yang menarik untuk dijadikan investasi? Real estat atau virtual?

Baca Juga: Tertarik Bisnis Properti? Begini Cara Mulainya
 

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Real Estat

Pada dasarnya, real estat adalah istilah untuk aset berupa tanah dan segala hal yang menyangkut perkembangannya. Misalnya, pembangunan rumah, apartemen, area komersial dan sebagainya.

Sesuai namanya, real estat adalah investasi properti dalam bentuk riil alias nyata. Makanya, kamu bisa menggunakan real estat atau properti dalam bentuk riil sebagai tempat tinggal atau kebutuhan bisnis.

Selain itu, ada sejumlah kelebihan lain saat kamu berinvestasi properti secara fisik (real estat) lho, antara lain:
  • Punya sifat harga yang cenderung naik dari waktu ke waktu
  • Cocok untuk investasi jangka panjang
  • Bisa dicicil lewat jalur perbankan
  • Dilansir dari laman Bisnis, properti akan jadi aset yang bisa dijamin pada institusi keuangan maupun perorangan.
  • Saat bayar hipotek properti, di saat yang sama, kamu juga membangun ekuitas atau aset yang jadi bagian dari kekayaan bersih.

Meski begitu, kelemahan saat kamu berinvestasi real estat, kamu butuh biaya transaksi yang cukup tinggi. Misalnya, pajak PPh, BPHTB, biaya urus perizinan, asuransi, hingga biaya notaris untuk pembuatan sertifikat.

Selain itu, kamu juga butuh modal yang banyak untuk berinvestasi pada properti. Kamu pun perlu waktu yang lama untuk bisa mendapatkan cuan.
 

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Properti Virtual

Kini, untuk berinvestasi properti seperti tanah, kamu pun bisa memilikinya secara virtual! Tanah virtual memang jadi alternatif investasi masa kini seiring dengan perkembangan teknologi nih, Be-emers.

Enggak kalah sama real estat, dilansir dari laman 99.co, tanah virtual juga harga jualnya bisa terus meningkat lho! Tanah virtual sendiri tengah jadi topik hangat di komunitas blockchain.

Baca Juga: Investasi Properti, Begini Caranya Pilih Hunian untuk Milenial

Sejumlah platform seperti Decentraland, dan Earth 2 bisa kamu manfaatkan untuk membeli tanah virtual nih, Be-emers. Nah, dikutip cryptopolitan.com, ada sejumlah keunggulan tanah virtual dibandingkan properti fisik di kehidupan nyata:
 

Akses Lebih Mudah

Membeli properti real estat kadang enggak semudah yang dibayangkan lho. Misalnya untuk mencicil KPR, ada sejumlah syarat yang dibutuhkan -salah satunya yakni punya pekerjaan tetap.

Properti virtual seperti tanah virtual pun memberikan akses yang lebih mudah bagi siapapun yang ingin memilikinya. Siapapun, kapanpun, dan dimanapun di dunia dapat memanfaatkan investasi baru ini, tanpa mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk uang muka, atau mengambil pinjaman besar-besaran.
 

Data yang Valid

Cryptopolitan.com menyebutkan kalau inventaris, transaksi, kontrak, dan segala sesuatu yang terjadi di jaringan blockchain tidak dapat diubah! Dengan begitu, properti virtual punya tingkat keamanan ekstra nih.

Sementara tanah atau properti fisik bisa saja berpindah tangan melalui pencurian, penyuapan, dan korupsi. Sedangkan di dunia virtual yang terdesentralisasi, kepemilikan enggak bisa disita oleh otoritas pusat.
 

Catatan Transparan

Berbentuk virtual, kamu bisa secara transparan dan mudah mengakses properti virtual yang dimiliki secara online melalui penjelajah blockchain. Itu artinya, misal kamu menjual tanah virtual seharga 200 ETH, itu akan muncul sebagai transfer terbuka di blockchain Ethereum selamanya.
 

Bisa Pakai Kontrak Pintar

Ternyata, dengan properti virtual berbasis blockchain, kamu bisa menggunakan kontrak pintar lho. Kontrak pintar atau Smart Contract tersebut memungkinkan pertukaran pasar otomatis dan fungsi lain seperti membuat aset baru.

Selain itu, saat aset properti fisik akan bergantung pada kebijakan pemerintah, aset virtual justru selamanya berada di bawah kendali kamu nih, Be-emers.

Di satu sisi, meski kelihatan lebih canggih, aman, dan futuristik, properti virtual enggak bisa kamu kembangkan secara langsung -seperti dijadikan tempat tinggal sungguhan. Padahal, kini kebutuhan hunian semakin meningkat.

Pengetahuan kamu terhadap aset virtual juga harus lebih dalam nih. Soalnya, properti virtual masih cukup awam di kalangan masyarakat.

 
Pertanyaan 1 dari 1

Jadi, mending berinvestasi properti fisik atau properti virtual? Atau mending beli saham properti aja nih, Be-emers? Hehe

Card image cap