Transportasi Mahal? Tips Mengelola Ongkos Komuter

Ilustrasi penumpang komuter menikmati perjalanan dengan mendengarkan musik. (Sumber gambar: Freepik)

Ilustrasi penumpang komuter menikmati perjalanan dengan mendengarkan musik. (Sumber gambar: Freepik)


Be-emers! Siapa yang tiap hari harus bolak-balik ke Jakarta dari Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi? Kalau iya, kalian pasti ngerti rasanya: bangun pagi super dini, rebutan kursi di KRL, sampai drama macet yang bikin mood naik turun.

Selain itu, ada satu hal yang bikin kepala cenat-cenut: ongkos transportasi. Banyak dari kita yang merasa biaya perjalanan bisa “makan” hampir sepertiga gaji. Misalnya, gaji UMR Rp5 juta, bisa habis Rp1,5–1,6 juta cuma buat ongkos ke kantor. 
 

Tips Mengelola Keuangan untuk Warga Komuter

Biar kantong tetap aman, simak beberapa trik hemat berikut, Be-emers.
 

1. Catat Pengeluaran Harian

Mulai dari hal sederhana dulu: catat semua yang kamu keluarin buat transportasi. Bisa dicatat di buku, notes HP, atau aplikasi keuangan. Misalnya:
  • KRL Rp5.000 sekali jalan, pulang-pergi Rp10.000.
  • Ojek online ke stasiun Rp15.000 sekali jalan, pulang-pergi Rp30.000.
Dengan catatan ini, kamu bisa lihat jelas berapa banyak gaji yang dipakai buat jalan ke kantor. Dari situ, gampang deh mikirin cara biar lebih hemat.
 

2. Cek Rute dan Moda Transportasi

Kadang rute tercepat belum tentu hemat. Misal:
  • Ojek online langsung ke kantor lebih cepat, tapi lebih mahal.
  • KRL + TransJakarta mungkin lebih lama, tapi bisa ngirit sampai 40 persen.
Perhatikan biaya perjalananmu selama satu minggu penuh agar bisa memilih rute yang paling sesuai, apakah lebih hemat uang atau lebih cepat waktu.
 

3. Manfaatkan Promo dan Langganan

Sekarang banyak banget aplikasi transportasi yang kasih promo. Jangan sampai terlewat, karena trik ini bisa sangat membantu. Contohnya:
  • Pakai e-money buat KRL/TransJakarta, kadang dapat diskon.
  • Kalau pakai paket langganan bulanan ojek online, ongkosmu jadi lebih stabil dan gampang diatur.
Promo weekday atau jalur tertentu di aplikasi. Sisa uang dari promo bisa dipakai jajan atau ditabung.

 

4. Carpool atau Nebeng

Kalau ada teman sekantor atau tetangga yang arah perjalanannya sama, cobalah nebeng atau ikut carpool. Selain hemat, perjalanan jadi lebih seru. Bisa sambil ngobrol, jadi enggak terlalu capek.

 

5. Pisahkan Budget Transportasi

Transportasi itu kebutuhan wajib. Lebih aman kalau dipisah dari awal bulan. Misal, dari gaji Rp5 juta, sisihkan Rp1 juta untuk ongkos.

Bisa taruh di dompet digital atau rekening khusus. Dengan cara ini, kamu tidak akan kebingungan saat menjelang akhir bulan.
 

6. Gunakan WFH atau Hybrid

Kalau kantor kasih opsi WFH atau hybrid, manfaatkan. Seminggu sekali WFH bisa ngurangin ongkos 4–5 kali sebulan. Lumayan buat tabungan atau jajan kopi.

 

7. Sesuaikan Gaya Hidup

Banyak pengeluaran transportasi karena kebiasaan kecil:
  • Kalau nongkrong terlalu lama sampai pulang malam, biaya ojek otomatis lebih tinggi.
  • Memilih ojek online buat jarak dekat padahal bisa jalan kaki.
Sedikit disiplin bisa bikin uang lebih tersisa buat hal lain yang berguna.