Sabuya Berkolaborasi dengan Pengrajin Lokal, Ini 5 Manfaatnya

Widuri skirt, produk Sabuya yang diproduksi bersama pengrajin lokal (Sumber gambar : Instagram Sabuya)

Widuri skirt, produk Sabuya yang diproduksi bersama pengrajin lokal (Sumber gambar : Instagram Sabuya)


Sebagai salah satu brand dalam industri fashion di Indonesia, Sabuya memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan brand lainnya.

Brand yang mengusung konsep etnik budaya dalam produknya ini, selalu mengutamakan perpaduan antara fashion modern dengan kain nusantara yang sarat dengan budaya bangsa.

Lihat saja keunikan Ratenggaro Outer, salah satu koleksi Sabuya ini memadukan tenun yang bermotif Sumba dan lurik dengan potongan outer modern kekinian.

Ini menunjukkan konsistensi dari Sabuya untuk berjalan sesuai konsep yang diusungnya.
 
Mencari material atau kain-kain bertema nusantara bukanlah hal yang sulit bagi Sabuya. Memiliki komitmen untuk memberikan sentuhan seni budaya Indonesia dalam setiap koleksinya, Sabuya mengajak para pengrajin lokal untuk bekerja sama.


Pengrajin lokal tersebut memiliki asal hampir dari seluruh Indonesia, seperti Bukittingi, Banyuwangi, Jember dan Yogyakarta. Pemberdayaan ini tentu saja memberikan banyak kebermanfaatan bagi semua pihak, baik bagi Sabuya, pengrajin lokal dan tentu saja customer Sabuya. 
 
 

5 Manfaat Bekerja Sama dengan Pengrajin Lokal

Meskipun memberikan banyak keuntungan, akan tetapi masih banyak brand lokal yang kurang tertarik untuk mengajak para pengrajin lokal bekerja sama.

Padahal kalau benar-benar dicermati banyak loh manfaat dari kerja sama ini.


1. Menciptakan Lapangan Kerja

Kerja sama ini tentu saja akan menciptakan lapangan kerja bagi para pengrajin dan menjadi sumber penghasilan bagi mereka, baik itu penghasilan utama maupun penghasilan tambahan.
 

2. Mengembangkan Potensi yang Ada

Bekerja sama dengan pengrajin lokal membantu menciptakan peluang untuk mengembangkan potensi sebuah daerah atau bahkan menemukan potensi baru dari daerah tersebut.
 

3. Melestarikan Budaya

Peluang sebuah kebudayaan akan tetap lestari terjadi ketika para pengrajin lokal selalu aktif.