Bunyinya Langka di Kota Besar, Benarkah Tonggeret Makan Angin?


Termasuk Serangga Kaya Protein

Masih menurut laman Kompas, Hari Suroto selaku Peneliti Pusat Riset Arkeologi Lingkungan BRIN menyebutkan tonggeret aman lo dikonsumsi manusia. Jadi ingat belalang di wilayah Gunung Kidul dan ulat sagu ya.

“Bagi sebagian orang, mungkin kehadiran dan suara serangga ini mengganggu. Tapi bagi masyarakat pegunungan Papua, mereka melihatnya sebagai 'udang terbang'. Tonggeret menjadi sumber protein bagi masyarakat pegunungan Papua,” jelas Hari.

Saking banyaknya, kabarnya mudah bagi masyarakat Papua menangkap hewan satu ini menjadi lauk pengisi perut sederhana. Masyarakat Papua Pegunungan sudah berdampingan dengan hewan ini di pekarangan rumah.

Kaya manfaat dan tidak berbahaya bagi manusia, serangga ini cukup berdampak bagi tanaman, Be-emers. Karena mulutnya tajam, otomatis hewan bernama lain Kinjeng Tangis ini akan menimbulkan lubang di dahan atau ranting kecil.

Hal ini bisa membuat bagian dahan tersebut menjadi rusak (patah), sehingga besar kemungkinan tanaman yang masih muda akan cepat mati.


Sayangnya, fase hewan ini bereproduksi tidak sempurna. Melansir laman BBC Indonesia, tonggeret dalam hidupnya akan makan, bernyanyi, musim kawin, selanjutnya mati.

Kendati begitu, kita harus bangga karena Indonesia termasuk negara yang 'kebagian' 235 spesies tonggeret ini. Merujuk website resmi ITB Jatinangor, tonggeret termasuk hewan global loh dengan nama berbeda.

Di Jepang disebut Semi, di Perancis disebut Cigale, Spanyol menyebutnya dengan Cigarre, masyarakat Sunda mengenal dengan Cengreret, sementara di wilayah Jawa tonggeret disebut Garengpung.

Itu dia fakta menarik tonggeret, ada enggak kamu yang rindu suara serangga unik ini?





---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung