Manfaat Pohon Beringin, Tak Selalu Berkaitan dengan Mistis

Manfaat pohon beringin di masa lampau [Dokumentasi Pribadi]

Manfaat pohon beringin di masa lampau [Dokumentasi Pribadi]


Be-emers, apa yang terpikir dalam benakmu kala mendengar pohon beringin?
 
Mayoritas akan menjawab 'angker', tak sedikit pula yang mengaitkan pohon bernama ilmiah Ficus benjamina ini dengan tempat bersarang makhluk gaib.

Padahal, beringin lebih dari itu. Akarnya yang kuat mampu menahan tanah, meningkatkan infiltrasi air, dan mengurangi penguapan menjadikannya konservasi air alami yang baik.

Akar gantung nan unik membuat Indonesia menjadikan beringin sebagai simbol sila ke-3 (Persatuan Indonesia) yang melambangkan tempat berteduh dan perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Manfaat Pohon Beringin di Masa Lampau

Berdiri di hadapan beringin raksasa di bekas Hotel Sindanglaya, Cipanas [Dokumentasi Pribadi]

Berdiri di hadapan beringin raksasa di bekas Hotel Sindanglaya, Cipanas [Dokumentasi Pribadi]

 
Fakta unik lain terungkap kala saya menyusuri Subang, Garut, Pelabuhan Ratu, dan lainnya. Saat berjalan-jalan ke spot bersejarah, saya dan komunitas tak pernah melewatkan bertandang ke alun-alun.

Seperti saat kaki kami melangkah memasuki Alun alun Pelabuhan Ratu. Guide lokal yang memandu kami, Kang Irman menjelaskan banyak hal. 

Nama "Pelabuhan Ratu" merujuk pada sosok Nyi Ratu Puun Purnamasari, putri Prabu Siliwangi yang melarikan diri ke wilayah Sukabumi Selatan saat dikejar musuh.


Di masa lampau, alun alun ialah spot vital yang digunakan untuk tempat berkumpul. Alun alun Pelabuhan Ratu sendiri menjadi pusat kegiatan kerajaan Sunda di pesisir Selatan Jawa; yang mana berfungsi sebagai tempat upacara, latihan perang, dan pusat kehidupan sosial masyarakat kala itu.

Yang menggelitik, pohon beringin selalu ada di alun-alun lengkap dengan Masjid Agung yang megah. Merujuk laman Kompas, beringin adalah lambang kekuatan dan tempat berlindung.

Sementara adanya Masjid Agung dan Keraton/Pendopo menunjukkan pusat kekuasaan dan spiritualitas.

"Kenapa ya kang di alun-alun selalu ada pohon beringin?" Lisan ini akhirnya tergelitik untuk bertanya. Selama ini, belum ada orang yang berhasil menjawab pertanyaan simpel ini. Rerata jawabannya gantung.

"Dulu tuh beringin digunakan sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasinya ke raja. Seorang perwakilan kelompok akan duduk di bawah pohon beringin tanpa melakukan apapun.

Nanti pihak kerajaan akan nyamperin, lalu menghantarkan masyarakat ini ke raja. Apa aspirasi yang hendak disampaikan, begitu kira-kira," urai Kang Irman panjang lebar.


Penghormatan Terhadap Ratu Belanda

Beringin berdiri gagah di sudut Alun-alun Subang, Jawa Barat [Dokumentasi Pribadi]

Beringin berdiri gagah di sudut Alun-alun Subang, Jawa Barat [Dokumentasi Pribadi]

 
Kendati secara fungsional mirip, setiap alun-alun kaya cerita berbeda. Di Bandung, hingga 1940an masih terdapat dua beringin besar di area tengah dan 6 pohon beringin lainnya.

Kedua pohon tersebut diberi nama Wilhelminaboom dan Julianaboom.