Dari Anime menjadi Live-Action (Sumber: IMDb)
Animasi jepang atau biasa disebut dengan Anime menjadi salah satu pelopor utama yang membuka peluang kesuksesan untuk animasi-animasi lainnya.
Berbeda dengan animasi lainnya, rumah produksi animasi jepang seringkali membuat kita terpesona akan visualisasi yang dibentuk dan alur cerita emosional yang membuat kita meluapkan segala emosi terhadap alur animasinya.
Baca Juga: Can This Love Be Translated? Udah Tayang! 4 Alasan Kamu Harus Nonton Dramanya
Dengan dijadikan sebagai Live-Action, masyarakat memberikan pandangan yang berbeda akan ekspektasi terhadap film Live-Action tersebut.
Ada rasa penasaran melihat karakter favorit diwujudkan dalam bentuk nyata, sekaligus kekhawatiran apakah emosi dan ceritanya akan tetap terasa sama kuatnya.
Tak sedikit adaptasi yang menuai kritik, tapi beberapa justru berhasil menghadirkan ulang kisah ikonik dengan cara yang lebih dekat dan manusiawi.
Lewat visual yang lebih realistis dan akting yang emosional, film Live-Action ini membuktikan bahwa cerita Anime tak hanya hidup di layar animasi.
5 Adaptasi Anime ke Live-Action yang Sukses Mencuri Perhatian, Tertarik Nonton?
1. Let Me Eat Your Pancreas
Meski hidup mereka sangat berbeda, keduanya perlahan membangun hubungan yang tulus melalui percakapan sederhana, janji-janji kecil yang ingin diwujudkan, dan momen sehari-hari yang terasa hangat.
Sakura, dengan caranya yang penuh energi, mengajarkan arti menikmati hidup, sementara sang tokoh utama belajar membuka diri pada dunia di sekitarnya.
Versi Live-Action film ini berhasil mempertahankan nuansa emosional dari anime dan novelnya, dengan akting yang natural dan atmosfer yang lembut tapi menyayat hati.
Ceritanya tidak berfokus pada romansa berlebihan, melainkan pada kedekatan dua manusia yang saling mengubah hidup satu sama lain dalam waktu singkat.
Baca Juga: 5 Bukti Sun Jae Gyu adalah Cowok Green Flag di Drama Spring Fever
2. Chihayafuru
Chihaya Ayase digambarkan sebagai sosok penuh semangat yang mengejar mimpinya bersama teman-temannya. Trilogi live-action ini terasa segar karena memadukan olahraga, persahabatan, dan romansa ringan tanpa terasa klise.
Perjalanan karakter-karakternya juga terasa natural, membuat penonton ikut tumbuh bersama mereka.
Bagi penulis, adaptasi ini menjadi salah satu yang sangat berkesan karena memperlihatkan perjalanan remaja di masa sekolah dan mengalami berbagai fase hidup, seperti cinta, kekalahan, dan rasa syukur.
Chihaya yang terus berusaha dalam meraih impiannya untuk menjadi ahli permainan kartu Jepang, Karuta. Bersama dengan teman masa kecilnya, kita juga bisa melihat perjalanan mereka di dalam series Chihayafuru yang tayang di Netflix.
3. Your Lie in April
Hubungan mereka perlahan membawa warna baru dalam hidup Kosei, meski diiringi kenyataan pahit.
Versi live-action-nya berhasil mempertahankan nuansa sedih-manis yang membuat cerita ini begitu membekas.
Dalam film ini, memperlihatkan perjalanan penyembuhan luka yang juga diiringi dengan mengikhlaskan seseorang yang berarti di hidup mereka. Hal ini juga mengajarkan kita tentang banyak hal terkait perjuangan dan pengorbanan.
ALLMEIRA RAISSA HARTOMO
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.