IHSG Anjlok, 7 Tips Berinvestasi Aman untuk Pemula

Harga Saham Anjlok Akibat MSCI, 7 Tips Investasi Aman Saat Pasar Volatile. Sumber Gambar Adobe Express

Harga Saham Anjlok Akibat MSCI, 7 Tips Investasi Aman Saat Pasar Volatile. Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, stabilitas pasar modal di Indonesia sedang menghadapi ujian fundamental, yang ditandai dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas ekstrem dan berujung pada penghentian sementara (trading halt) perdagangan secara beruntun. 
 
Ini berawal dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menangguhkan atau membekukan seluruh penyesuaian indeks yang melibatkan sekuritas asal Indonesia. 
 
Dampaknya, terjadi penurunan harga saham dan harga saham di pasar saat ini volatil.
 

IHSG Anjlok, 7 Tips Berinvestasi Aman untuk Pemula

Berikut adalah tips berinvestasi aman untuk pemula ketika IHSG anjlok yang bisa kamu terapkan: 
 

1. Tetap Cek Performa atau Kinerja Perusahaan

Be-emers, tetap harus memastikan performa perusahaan. Jadi penurunan harga bukan karena kinerja perusahaan yang memburuk. Jika itu sudah bisa dipastikan, itu aman.
 

2. Periksa dan Pelajari Laporan Keuangan

Paling tidak kita pelajari laporan laba rugi, neraca, dan arus kasnya. 
 
Di laporan laba rugi, bisa periksa pendapatan dan laba bersihnya. Di neraca kita bisa cek ekuitas atau modal bersih dibandingkan utangnya.

Perusahaan yang sehat bisa ditandai dengan memiliki ekuitas yang terus meningkat dan hutang yang terkendali.

Di laporan arus kas kita bisa memastikan arus kas bernilai positif. Yang membuktikan bahwa perusahaan benar-benar menghasilkan uang tunai dari bisnisnya.
 

3. Periksa Orang-Orang Dibalik Perusahaan Tersebut

Be-emers, memahami sosok di balik sebuah perusahaan bukan sekadar riset tambahan lho. Tetapi merupakan langkah krusial dalam analisis fundamental untuk memastikan keamanan modal saham kita.
 
Inilah juga yang disampaikan oleh investor legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong. Dan Lo Kheng Hong menempatkan kejujuran sebagai kriteria nomor satu bagi orang-orang yang mengendalikan perusahaan.
 

4. Fokus Pada Industri Domestik

Di tengah ketidakpastian dana asing, Be-emers bisa tetap berinvestasi pada sektor-sektor yang dikonsumsi domestik. 
 
Misalnya produk-produk yang tetap dikonsumsi di dalam negeri. Produk tersebut dinilai tetap berpotensi memberikan keuntungan meskipun pasar secara umum melemah