Mengintip Free Float Saham di Indonesia

Pergerakan saham di pasar modal. Sumber: Bisnis Indonesia

Pergerakan saham di pasar modal. Sumber: Bisnis Indonesia


Mendung yang terus menggelayuti bursa saham di Indonesia sejak akhir Januari menjadi perhatian publik.

Awan kelabu itu membawa serta banyak istilah dalam perdagangan saham yang menarik untuk kita pelajari bersama.

Salah satu istilah yang berseliweran adalah free float. Yuk Be-emers, kita gali lebih dalam makna dari istilah ini.
 

Apa itu Free Float?

Mengutip dari Mirae Asset, free float mengacu pada jumlah jumlah saham perusahaan yang dimiliki oleh publik dan dapat diperdagangkan secara bebas di pasar sekunder.

Pemilik saham dalam kategori ini, biasanya bukan entitas tertentu yang dapat memengaruhi keputusan perusahaan.

Dengan kata lain, saham terkategori free float dimiliki oleh individu, lembaga keuangan atau entitas lainnya yang tidak terafiliasi langsung dengan manajemen.



 

Mengapa Free Float Itu Penting?

Be-emers, free float merupakan aspek yang krusial dari likuiditas saham sebagai suatu aset investasi. Saham yang ber-free float tinggi biasanya cenderung mempunyai tingkat likuiditas baik.

Dengan ini investor lebih mudah dalam menjual atau membeli saham tersebut, tanpa menghadirkan risiko fluktuasi harga yang substansial.

Selain itu, masih ada beberapa alasan lain mengenai arti penting free float, yang dikutip dari berbagai sumber:


1. Indeks Pasar

Be-emers, secara umum, banyak indeks saham besar, menggunakan free float sebagai acuan dalam menetapkan bobot emiten di dalam indeks.

Jika semakin besar free float saham emiten, maka pengaruhnya terhadap pergerakan indeks pun kian signifikan.
 

2. Keterlibatan Investor Ritel

Guys, free float saham yang bernilai tinggi sangat berpotensi memberikan peluang bagi lebih banyak investor ritel untuk membeli saham tersebut.

Situasi ini tentu menguntungkan dan berdampak positif bagi perusahaan karena menghadirkan citra bahwa saham terkait lebih terbuka untuk bagi investor publik.
 

3. Volatilitas Harga

Nah, biasanya, saham yang mempunyai nilai free float kecil cenderung lebih volatile atau tidak stabil, karena peredaran jumlahnya relatif sedikit.

Akibatnya, harga saham bisa bergerak naik-turun cukup tajam, lantaran volume perdagangan kecil. Sebaliknya, kalau pergerakan lebih stabil pada saham bernilai free float besar.
 

4. Transparansi Pasar

Be-emers, nilai free float saham yang cukup besar memiliki potensi membantu pasar untuk mencerminkan harga saham menjadi lebih fair.

Alasannya, harga akan terbentuk dari interaksi dari banyak pelaku pasar dan bukan hanya sedikit pemegang saham besar.