Hari ini, lori telah beralih menggunakan mesin diesel dari yang semula uap kayu karena lebih ramah lingkungan. Kesempatan berharga kami rasakan dengan merasakan naik kereta lori. Sejenak, bocah kecil dalam diriku merasa gembira sekali.
Saat ini, PG Rajawali Sindanglaut mengelola lahan tebu seluas 3.500 hektare dengan 3.100 hektare merupakan lahan produktif. Untuk meningkatkan efisiensi produksi, pihak manajemen pabrik terus berupaya mengoptimalkan seluruh lahan hingga 2029 mendatang.
Hasil mengobrol dengan pihak pabrik, bukan berarti pabrik gula tak menghadapi kendala berarti. Lahan yang kian menyusut ditambah mesin yang usianya tak muda lagi, zaman yang kian dinamis menuntut manusia terus berinovasi agar tak ketinggalan zaman.
"Kalau semua mesinnya diganti dengan yang lebih modern memang produksinya lebih efisien. Tetapi, gelombang PHK nya pasti masif," tukas bapak pabrik dengan senyum simpul.
Sepanjang perjalanan pulang kembali ke Jakarta, aku merenung. Ibarat habis manis sepah dibuang; pabrik gula yang dulu merajai Pulau Jawa perlahan harus kalah dengan majunya zaman. Di sisi lain, masih banyak kepala keluarga yang mengarungi hidup di sana agar dapur di rumah tetap mengebul.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Erinintyani Shabrina Ramadhini
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.