4. Kredibilitas Pemandu Wisata
Ikut walking tour, peserta tentu memiliki ekspektasi. Harapanku jelas: bisa tahu kisah di balik suatu tempat tanpa harus membaca buku setebal kamus.Untuk itu, pilih komunitas yang pemandunya sudah kredibel dan kaya wawasan. Aku personal menilai pemandu wisata bukan semata dari lisensi yang dia ikuti, tetapi: gaya cerita dan sejauh mana kemampuannya menjawab pertanyaan.
5. Testimoni Alumni Peserta
Hari gini, testi dari mulut ke mulut rasanya lebih efektif ya, Be-emers. Gak hanya urusan beli barang, komunitas juga akan lebih tersebar luas namanya antar peserta yang udah pernah ikutan sebelumnya.Kalau sudah cocok dengan komunitas, aku juga ngga ragu jadi marketer dan promosiin ke orang yang masih newbie ikut walking tour. Yang aku alami, ikut walking tour itu rumus 4L alias lo lagi lo lagi (alias yang ikut orangnya sama) karena kesamaan hobi.
Di sinilah kamu bisa mencari referensi komunitas unggulan di daerah tertentu: rutenya serukah? Kayak apa storytelling guide: berasa ngobrol sama teman lama atau kelas sejarah pindah ke jalan (serius banget).
Nah itu dia rahasia memilih walking tour versiku. Be-emers mau tambahin?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Erinintyani Shabrina Ramadhini
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.