5 Tips Menulis Efektif dan Efisien Selama Ramadan


4. Terapkan The Hemingway Bridge

Artinya, justru jangan berhenti menulis ketika tidak ada ide, tetapi menulislah ketika kita tahu apa yang akan kita tulis selanjutnya.

Misalnya, sebelum menutup laptop, tulis satu kalimat yang menggantung, atau poin-poin untuk paragraf untuk tulisan selanjutnya.

Jadi misalnya, besok pagi setelah sahur, kiya mau menulis, kita tidak perlu butuh banyak waktu untuk warm-up.
 

5. Pisahkan antara Drafting dan Editing

Nah ini juga Be-emers, ketika kita ikut komunitas Bisnis Muda atau pihak ketiga, karena ada yang mengedit.

Kenapa? Karena jika kita menulis-langsung edit, menulis-langsung edit, akan makan waktu banyak banget kan?

Apalagi kalau ada kejadian menulis satu paragraf, lalu menghapusnya karena merasa jelek, duh! Jadi matikan fungsi inner critic kita, jangan pedulikan typo atau kalimat yang janggal. 


Nanti saja kalau sudah selesai. Pakai spell check, edit kalimat yang aneh, dan sisanya berikan ke kak Admin atau pihak ketiga hehe…

Yang terakhir tetapi bukan yang paling akhir, berjanjilah, jika kita merasa sangat lelah ketika mau menulis di malam hari, maka kita hanya akan menulis selama 15 menit. 

Hambatan terberat menulis adalah ketika memulai. Mungkin setelah 15 menit, momentum muncul dan kita bisa lanjut lebih lama. Pun jika tidak, kita tetap sudah mencicil karya kita.






---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung