Tanggal Puasa Telah Diumumkan! Ketahui Fakta soal Sidang Isbat

Penetapan awal bulan Ramadan dilihat pada bentuk hilal (Sumber: Freepik.com)

Penetapan awal bulan Ramadan dilihat pada bentuk hilal (Sumber: Freepik.com)


Be-emers, tahu enggak sih, setiap menjelang awal bulan Ramadan salah satu momen yang selalu ditunggu masyarakat Indonesia adalah pengumuman hasil sidang isbat.

Melalui rangkaian pemantauan hilal dan musyawarah bersama berbagai pihak, pada 17 Februari 2026, pemerintah Indonesia telah mengumumkan secara resmi bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. 

Nah, sidang isbat itu bukan hanya sekadar formalitas tahunan, Be-emers. Tapi, sidang isbat menjadi titik temu antara ilmu astronomi, pertimbangan fikih, serta keputusan negara demi menjaga keseragaman ibadah umat Islam di Indonesia.

Kali ini, kita akan coba bahas mengenai sidang isbat yang sangat penting untuk menentukan tanggal 1 bulan Ramadan dan dimulainya puasa. 


Apa Itu Sidang Isbat?

Sidang isbat adalah forum resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menetapkan awal bulan Hijriah, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Penetapan ini didasarkan pada dua metode utama: rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) dan hisab (perhitungan astronomi).

Sidang ini biasanya dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, ahli falak, serta perwakilan instansi terkait seperti BMKG. Hasilnya kemudian diumumkan secara resmi kepada publik melalui konferensi pers dan siaran langsung.



Pada 17 Februari 2026, sidang isbat dipimpin oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar dan dihadiri oleh duta-duta besar negara sahabat serta perwakilan ormas Islam. 


Bagaimana Proses Penentuannya?

Sebelum pengumuman dilakukan, tim pemantau hilal disebar ke berbagai titik di Indonesia. Proses ini penting karena posisi geografis Indonesia yang luas membuat hilal bisa terlihat berbeda-beda di setiap wilayah.

Secara umum, ada tiga tahapan dalam sidang isbat:
 

1. Pemaparan Posisi Hilal Secara Astronomis

Data hisab dipaparkan oleh para ahli untuk mengetahui apakah secara teori hilal sudah memenuhi kriteria visibilitas.

Hasil hisab ini nantinya akan diumumkan oleh Tim Hisab dan pihak lainnya dari Kementerian Agama sebelum Maghrib. 
 

2. Laporan Hasil Rukyatul Hilal

Hasil pengamatan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia akan dilaporkan dan diverifikasi. Pelaporan ini akan disampaikan kembali lagi pada Tim Kementerian Agama dan hasil nya juga merujuk pada hasil rukyatulhilal.
 

3.  Musyawarah dan Penetapan Keputusan

Dan proses yang terakhir, Kementerian Agama menggelar konferensi pers untuk pengumuman resmi hasil sidang isbat Ramadan 1447 Hijriah yang berdasar dari data ilmiah dan laporan lapangan.

Dikarenakan hilal belum terlihat pada 17 Februari 2026 sehingga awal puasa jatuh pada tanggal 19 Februari 2026.