Konflik Amerika Serikat, Iran, dan Israel (Sumber: Canva)
Like
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran makin memanas. Serangkaian serangan militer, balasan rudal, hingga operasi udara membuat kawasan Timur Tengah berada dalam kondisi kewaspadaan tingkat tinggi untuk memprioritaskan perlindungan kepada masyarakat setempat.“Peace cannot be kept by force; it can only be achieved by understanding.”
— Albert Einstein
Situasi darurat ini menjadi perhatian seluruh dunia karena juga berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas, seperti Spanyol yang tidak memperbolehkan pangkalan militernya digunakan oleh Amerika Serikat dan ditutupnya Selat Hormuz yang menghambat jalur pelayaran minyak.
Banyak negara termasuk Indonesia, kini memantau perkembangan konflik ini karena dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga dapat memengaruhi ekonomi global, harga energi, dan keamanan internasional.
Awal Mula Konflik Iran vs Israel-Amerika Serikat
Konflik ini terjadi pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan militer terkoordinasi terhadap sejumlah target di Iran.Operasi ini menargetkan fasilitas militer, instalasi strategis, serta beberapa tokoh penting dalam pemerintahan Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei selaku pemimpin Iran.
Serangan itu memicu respons keras dari Iran yang menganggap tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke berbagai target yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk seperti Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Arab Saudi.
Korban jiwa terus meningkat sejak konflik dimulai. Berdasarkan laporan organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat yang dilampir dalam berita CNN, lebih dari seribu orang telah tewas di Iran, termasuk warga sipil dan anak-anak.
Baca Juga: Imbas Konflik Iran vs Amerika-Israel, 5 Antisipasi Keuangan yang Bisa Kamu Lakukan!
Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Iran. Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 168 orang tewas, termasuk anak-anak, meskipun jumlah tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen.
Selain itu, untuk keselamatan masyarakat dan pendatang, sejak 28 Februari 2026 lebih dari 10 ribu penerbangan di 10 negara telah dibatalkan akibat konflik yang belum kunjung usai ini.
Serangan Balasan Iran dan Operasi Militer AS
Sebagai respons terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel, Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke negara-negara Arab di kawasan Teluk yang memiliki pangkalan militer Amerika Serikat.Negara-negara seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi dilaporkan harus mencegat banyak rudal dan drone yang masuk ke wilayah udara mereka. Serangan tersebut menargetkan pangkalan militer AS, fasilitas energi, serta infrastruktur strategis di kawasan.
Dalam salah satu insiden penting, sistem pertahanan udara NATO juga dilaporkan berhasil menembak jatuh rudal Iran yang menuju wilayah udara Turki. Peristiwa ini menjadi sorotan karena jarang terjadi rudal Iran diarahkan ke wilayah negara anggota NATO.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga terus meningkatkan operasi militernya terhadap Iran. Berdasarkan lansiran CNN, bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan sebuah kapal selam Amerika telah menenggelamkan kapal perang Iran di perairan internasional dekat Sri Lanka.
Dalam kondisi global yang tidak stabil seperti sekarang, perkembangan konflik ini akan terus menjadi perhatian internasional karena dampaknya bisa meluas, tidak hanya pada keamanan regional, tetapi juga ekonomi dunia.
ALLMEIRA RAISSA HARTOMO
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.