5 Strategi Pilih Undangan Bukber Supaya Cash Flow Tetap Aman

5 Strategi dan Manfaat Pilih Bukber sejak Sebelum hingga Puasa. Sumber Gambar Adobe Express

5 Strategi dan Manfaat Pilih Bukber sejak Sebelum hingga Puasa. Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, sebenarnya penulis sudah berada di fase tidak terlibat banyak lingkar pertemanan, bisa memilih dan menolak undangan bukber dengan mudah, bahkan memang jauh sebelumnya penulis tidak suka terikat pada satu grup.

Penulis merasa lebih banyak ruginya daripada manfaatnya. Misalnya nih, iuran ini itu termasuk buka bersama (bukber), ngobrol ngabisin waktu, dan me time yang tidak tersisa.
 
Tapi,.penulis juga pernah mengalami masa takut ‘ketinggalan sesuatu’ jika tidak ikut bukber, atau takut menolak bahkan ditolak di lingkaran pertemanan jika tidak ikut bukber.
 

5 Strategi Pilih Undangan Bukber Supaya Cash Flow Tetap Aman

Berikut adalah 5 strategi memilih undangan bukber supaya cash flow tetap aman yang bisa kamu terapkan: 
 

1. Tentukan Skala Prioritas

Misalnya nih:
  • Ring 1, wajib, untuk keluarga inti dan teman karib. 
  • Ring 2, bisa memilih, misalnya teman kantor atau komunitas tertentu. 
  • Ring 3, bisa dicoret, misalnya untuk teman SD yang tidak pernah ngobrol selama beberapa tahun tapi tiba-tiba muncul di grup WhatsApp.
 

2. Buat Batasan dan Kebebasan Diri 

Jadi, karena sejak awal penulis mulai menarik diri dari berbagai lingkaran pertemanan yang terlalu mengikat, maka penulis punya modal yang paling berharga yaitu kebebasan.
 
Karena ya, mungkin tidak sedikit orang yang terjebak pada fear of missing out (fomo), merasa harus ikut iuran ini-itu, makan ini dan itu yang sedang viral, bolak-balik beli seragam ini dan itu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, dan sebagainya hanya karena takut kehilangan validasi sosial. 
 
Dengan tidak terikat, penulis bebas dari semua itu, termasuk bukber. Meski kalau ingin, tetap bisa memilih salah satu undangan bukber, undangan bukber dari Bisnis Muda misalnya hehe ..

Baca Juga: 5 Strategi Kelola Uang Bukber Selama Ramadan
 

3. Tidak Terikat Grup Sama dengan Efisiensi Finansial

Karena tidak terlalu banyak ikut iuran ini-itu, maka itu dapat memotong biaya iuran tak kasat mata.
 
Yang akhirnya uang itu bisa dialihkan ke instrumen investasi. Pun jika kita baru diberi kesempatan bergaji Upah Minimum Regional (UMR) misalnya, gaji UMR tersebut pun terasa jauh lebih “lapang”.