Perjuangan untuk Bisa Mudik
Ada yang berkomentar di TikTok, tidak pernah merasakan mudik. Karena jarak ke rumah orang tuanya cuma 15 menit, ke rumah mertua juga dekat sekali.Warga TikTok yang lain juga berkomentar bahwa antara dia dan suaminya cuma beda RT, tetapi masih satu RW. Jadi, untuk bisa berkunjung sangat mudah dan tentu saja sangat murah.
Memang, itulah bagusnya kalau istilah Jawanya, peknggo. Artinya dapat jodoh dari tetangga sendiri. Tidak susah untuk datang ke rumah orang tua dan tidak harus menunggu momen lebaran.
Baca Juga: Mudik Identik dengan Lebaran, Mengapa? Tips yang Mau Pulang ke Kampung Halaman!
Namun, kenyataan lain juga banyak. Jamak diketahui, banyak anak yang merantau jauh sekali dari orang tua. Memang dapat pekerjaan yang mapan, dapat kehidupan yang mungkin lebih baik daripada orang tuanya, tetapi ada pengorbanan yang harus dikeluarkan.
Mungkin, kalau masih di satu pulau, misalnya sama-sama di Pulau Jawa, untuk bisa mudik tidak terlalu membutuhkan biaya yang sangat besar. Akan tetapi, bagaimana jika keadaannya beda pulau? Bahkan beda negara? Beda planet tentu saja tidak mungkin.
Seperti saya kalau mau mudik. Saya tadi cek tiket pesawat terbang dari Kendari ke Jogja. Rupanya, satu orang harganya 2,3 juta rupiah. Sementara saya ada istri satu dan anak tiga, jangan dibalik, ya!
Jadi, untuk berangkat saja membutuhkan kira-kira 13 juta rupiah. PP berarti kira-kira 26 juta rupiah.
Itu baru tiket pesawat. Belum untuk uang saku, uang makan dan minum di perjalanan, dan uang lainnya yang harus disiapkan, misalnya oleh-oleh untuk keluarga di kampung.
Saya hitung-hitung secara kasar, sekali mudik, bisa sampai habis 35 juta rupiah. Bagi sebagian orang, uang seperti itu mudah saja karena penghasilannya memang lebih besar. Namun, bagi tingkat ekonomi yang lebih rendah, biaya itu tentu saja mahal, bahkan sangat mahal.
Namun, itulah pengorbanan untuk bisa bersilaturahmi. Ada yang mengatakan kerja selama setahun dan hasilnya dihabiskan untuk satu pekan lebaran. Apalagi silaturahmi memang pahalanya besar sekali bukan?
Ada pula yang lebih tinggi, mungkin sampai 50 juta rupiah. Makanya, tidak setiap tahun orang bisa mudik, Tidak setiap lebaran, bisa pulang kampung. Sebab itu tadi, harga yang berbicara.
Pesawat terbang bukan milik pribadi, bukan milik sendiri. Kalau pesawat yang milik sendiri, cuma pesawat telepon dan pesawat televisi.
Jadi, kalau ditanya, persiapan tiket mudik lebaran tahun ini sudah atau belum? Jangan dijawab, "Sudah, tapi belum." Wah, itu mencontoh siapa?
Saya bilang memang belum dan entah kapan bisa terlaksana. Dari segi penghasilan dan tabungan masih belum cukup karena selalu tergerus untuk kebutuhan lain. Kebutuhan sehari-hari.
Meskipun demikian, bagi kamu yang merindukan untuk bisa mudik secara fisik, lebih baik berdoa saja kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mengeluh kepada Allah dan minta rezeki lebih karena hanya Allah yang sanggup membolak-balikkan keadaan. Bagi Allah, apa sih yang susah?
Tidak perlu terlalu larut dalam emosi ketika kamu melihat video TikTok menampilkan mobil-mobil yang melaju di atas jalan tol dan empat bannya. Atau suasana kapal laut dan pesawat terbang. Apalagi diselingi dengan lagu "Tagarak Pulang".
"Jo oto baru, kileknyo rancak, sirah warnanyo."
#Mon-FridayRamadan2026 #RamadanWritingChallenge
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.