Strategi Mengelola Bisnis Keluarga Bersama Founder Elnisha Boutique, Begini Tipsnya!


Tantangan dalam Berbisnis

Hidup ini, mau sebagai pebisnis maupun tukang sinis, semuanya punya tantangan masing-masing. Begitu pula dengan Manisha dalam menjalankan bisnis fashion keluarga ini. 

Menurut Manisha, dalam berbisnis keluarga harus punya sistem, termasuk pembagian peran dalam keluarga. Manisha berbisnis bersama kakaknya. 

Dia juga harus menghadapi tantangan saat menjelaskan konsep bisnis online kepada keluarganya. Manisha harus punya pemahaman tentang bisnis online.

Harus punya argumen yang kuat ketika keluarganya bertanya. Makanya, dia mempelajari dari awal sampai akhir. 

Berarti, ini contoh yang benar. Belajar dari A sampai Z. Kalau ibarat penyanyi dangdut, ada Meggy Z, tetapi tidak ada Meggy A. Jadi, bagaimana itu, ya? 


Strategi berikutnya adalah terkait meraih cuan, terutama di bulan suci Ramadan ini. Bukankah memang puncak-puncaknya penjualan baju muslimah ada di bulan Ramadan?

Benar, kata Manisha, dalam momen bulan ini, bisa terjadi peningkatan penjualan. Dari yang biasanya membeli cuma satu, bisa beli sampai lima.

Manisha selalu melihat tren fashion busana muslimah ini. Dia melihat bahkan dari tiga atau empat bulan sebelumnya. 

Contohnya, pernah ada tren mirip baju Chinese. Ada pula tren kurung Melayu. Manisha perlu tahu, produk mana yang mau dinaikkan di etalase belanja onlinenya. 

Jika mengandalkan influencer, mereka juga biasanya mulai padat sebelum bulan suci Ramadan. Manisha mengungkapkan bahwa brand-brand besar saja masih mengandalkan endorse influencer, apalagi yang bisnisnya masih biasa-biasa saja. 
 

Sesi Diskusi atau Tanya Jawab

Kesempatan untuk melemparkan pertanyaan, wuih, kok sampai dilempar-lempar, ya, telah dibuka oleh moderator. Ada yang bertanya tentang menyeimbangkan keinginan antara orang tua dan anak dalam berbisnis. 

Jawaban dari Manisha adalah bisnis fashion ini awalnya memang dari kehendak orang tua. Menurutnya, dalam sebuah bisnis, tidak selalu harus menjual produk yang kita suka terlebih dulu. 

Awalnya, memang Manisha tidak terlalu suka, tetapi pada akhirnya bisa menjalankan juga bisnis fashion melalui Elnisha Boutique ini. 

Saya juga diberikan kesempatan untuk bertanya. Saya menanyakan tentang platfom untuk beriklan, apakah cuma di TikTok dan Shopee?

Selain itu, saya bertanya pula tentang persepsi di marketplace bahwa harga barang harus murah, karena banyak yang menerapkan strategi banting-bantingan harga. 

Selesai pertanyaan saya, tibalah Manisha untuk menjawab. Dia mengatakan bahwa ada produk yang cocoknya cuma di TikTok. Ada yang cocoknya di Shopee, ada pula yang lebih cocok di Facebook. 

Pada awalnya, dia memang memiliki persepsi bahwa harga barang harus semurah mungkin di marketplace. Namun, kalau harga barang semurah mungkin, itu mau dapat untung berapa? 

Apalagi biaya di marketplace termasuk tinggi. Oleh karena itu, persepsinya pun berubah. Ada harga, ada kualitas. Itu tidak masalah menurut Manisha. 

Tambahan dari Manisha, tentang iklan sesuai pertanyaan saya juga, untuk yang pertama kali dibangun adalah awareness. Jangan dulu langsung jualan produk. 
 

Harus Mau Belajar

Tibalah akhir sesi sekaligus menjelang penutupan acara. Kalau tadi pembukaan acara tidak perlu mengundang pejabat, demikian pula penutupan acara ini. 

Dalam closing statementnya, Manisha menyebutkan, 

"Mau bagaimanapun dan modal sebesar apapun bisnis, tetapi tidak ada kemauan untuk belajar suatu bisnis bekerja atau menghadapi sikap gagal, maka bisnis tidak akan berhasil. Percayalah bahwa bisnis akan tumbuh. Nikmati saja proses bisnisnya."

Nah, bagaimana menurutmu? Tertarik ingin bisnis keluarga juga? Atau mau menunggu berkeluarga dulu? 

Coba, tulis tanggapanmu di kolom komentar, ya! Punya pengalaman seru bisnis keluarga? Atau punya keinginan untuk buka bisnis bersama saudara, orang tua, atau bahkan ipar kamu? 

Bagaimanapun, yang begini memang dikembalikan kepada pribadi masing-masing, meskipun kadang kita tidak mendapatkan kembalian yang semestinya saat belanja di toko maupun minimarket. 

Tidak usah risau, cukup jangan kembali ke tokonya, apalagi jika tokonya tidak mengalami kemajuan. Mau mengalami kemajuan bagaimana? Depannya sudah jalanan aspal, kok! 






---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung