Ketupat dengan Opor Ayam, Juaranya Kuliner Khas Idulfitri di Kampung Halaman

Ketupat dan opor ayam sajian kuliner Idul Fitri, sumber gambar: editing pribadi

Ketupat dan opor ayam sajian kuliner Idul Fitri, sumber gambar: editing pribadi


Ketika saya belum pergi ke luar kota dan momennya memang belum Idulfitri, saya coba jalan-jalan ke pasar sentral.

Rupanya, para pedagang tidak banyak yang mengenali saya, padahal saya ini termasuk penulis di website Bisnis Muda. Wah, berarti mereka kurang membaca isi website ini! Hem, saya pun memakluminya. 

Saya menuju ke lokasi tempat menjual ayam potong. Terlihat ayam yang sudah wafat, dengan bulu-bulunya yang sudah tidak lagi menempel. Apa tidak kedinginan mereka, ya, nanti? 

Ibarat pejabat yang sedang melakukan inspeksi harga, meskipun tanpa media yang meliput apalagi media infotainment, saya bertanya kepada salah seorang penjual ayam potong. Tidak mungkin 'kan saya bertanya ke ayam jualannya, terutama yang sudah terpotong itu? 

Betapa kagetnya saya. Betapa terkejutnya saya. Betapa tersentaknya dunia. Walah, lebay! Rupanya, harga ayam potong itu sangat melonjak tajam. 


Dari yang biasanya sekitar 70 ribu rupiah, menjadi melonjak 120 ribu rupiah. Dan, harga yang melonjak sama sekali tidak diketahui oleh para ayam itu. Mereka menerima saja nasib menjadi ayam potong dan akan menjadi sajian nanti di Idulfitri. 

Melihat, menganalisis, dan mencermati harga yang tinggi tersebut, meskipun untuk membeli satu ekor ayam tidak perlu sampai menjual motor, saya memutuskan untuk tidak jadi membelinya. 

Saya beralih membeli ikan saja dan cumi kecil-kecil. Ternyata, cumi kecil itu saat dimasak tercium basi. Yap, sudah mau basi dan akhirnya tidak jadi dimakan. Maafkan saya, ya, cumi, tidak jadi memakanmu! 

Begitulah. Sesuai dengan hukum ekonomi, ketika permintaan naik, maka harga barang akan ikut naik. Ketika banyak yang mencari ayam potong untuk dibuat opor maupun sajian lain, maka harganya akan terkerek naik. 

Baca JugaTips Mudik Aman dan Nyaman, Biar Perjalanan Pulang Tetap Tenang

 

Ketupat dan Opor Ayam

Sajian kuliner Idulfitri memang bisa bermacam-macam. Ada kue nastar. Nama kue ini berbeda dengan salah satu nama penyanyi dangdut jebolan sebuah audisi di televisi. 

Kalau yang makanan berat, yang paling utama memang ketupat dan opor ayam. Saat momen Idulfitri, biasanya nasi teralihkan dulu. Diganti dengan ketupat atau namanya buras jika di wilayah Sulawesi Tenggara. 

Opor ayam memang sering terhidang buat keluarga sendiri maupun para tamu. Entah setiap keluarga memotong ayam berapa ekor, mereka tidak melapor kepada saya. Namun, yang jelas jumlahnya cukup banyak. 

Apalagi di Sulawesi Tenggara ini, biasanya memang terdiri dari keluarga besar. Bukan besar-besar badannya, melainkan jumlah anggotanya yang besar. 

Jadi, kalau menyiapkan cuma satu ekor ayam, apalagi ayam yang masih kecil dan dicat warna-warni itu, jelas sangatlah kurang.