Membangun Brand Awareness di Media Sosial: Cara Agar Nama Bisnis Kamu Selalu Diingat Customer


Kiat-kiat Membangun Brand Awareness di Media Sosial

Begitu banyaknya usaha di media sosial kita, sebut saja di Instagram, maka harus ada identitas unik terkait dengan bisnis kita. Kalau semuanya sama, maka tidak akan ada bedanya. Jadi harus unik dan menarik. 

Pertama, yang harus dilakukan dalam membangun atau strategi brand awareness untuk pemula adalah menentukan identitas visual dan suara brand tersebut. 

Visual yang mau ditampilkan ke khalayak ramai, wuih bahasanya, itu seperti apa? Misalnya, palet warna, gaya desain, maupun logo yang konsisten dan yang mau ditampilkan itu seperti apa? 

Soalnya, logo dari brand itu juga sudah sangat banyak. Kita harus mencari logo yang sederhana, tetapi menarik. Logo memang tidak perlu terlalu ribet, karena hidup sudah cukup ribet. Wah, titipan curhatnya siapa, nih? 

Tidak hanya aspek visual, tetapi juga suara brand. Usaha kita yang mau diungkapkan ke publik itu target marketnya siapa, sih? Tentunya, suatu barang tidak mungkin ditujukan ke semua orang. 


Barang tersebut tidak mungkin juga ditujukan ke semua usia. Kita jualan obat kuat tidak mungkin ke anak kecil. Maksud obat kuat di sini adalah kopi gula aren yang sering bikin kuat begadang itu. Apalagi kalau begadangnya siang hari, wuih, lebih kuat lagi!

Contoh brand awareness yang dibahas di dalam tulisan ini adalah Womenwear, sebuah brand fashion lokal dari Serang, Banten, Fokusnya pada busana muslimah. 

Brand ini membangun brand awareness salah satunya melalui Instagram. Media yang satu ini memang fokus pada aspek visual. Sebab, tidak akan bisa posting sesuatu tanpa ada gambarnya. Ya 'kan? 

Begitu pula yang mau memulai bisnis melalui Instagram. Tidak akan bisa posting juga jika tidak ada paket datanya atau WiFi bukan? Makanya, sangat perlu untuk nebeng tethering dari HP teman, apalagi kalau sering. Walah. 

Kedua, menentukan strategi konten yang menarik. Ketka kamu buka Instagram Womenwear, maka kamu sebagai perempuan akan terpesona dengan aneka macam koleksinya. 

Usaha fashion muslimah memang yang ditonjolkan pertama kalinya adalah foto model mengenakan busana tersebut. Inilah yang dijalankan oleh Womenwear. Menempatkan model, tentunya yang cantik, dengan koleksi baju yang cantik pula. Dobel cantik, deh! 

Ketiga, jangan lupakan interaksi secara langsung dengan audiens. Meskipun sebagian di media sosial, tetapi juga harus turun ke lapangan, menyapa calon konsumen secara langsung. 

Ini dilakukan oleh Womenwear. Memajang langsung koleksi-koleksi busananya dalam sebuah even di alun-alun barat Kota Serang, pada tanggal 11-17 Maret 2026 yang lalu. Berarti di momen bulan suci Ramadan.

Wah, tentu ini makin menarik! Memanfaatkan momen bulan suci Ramadan yang biasanya animo perempuan untuk membeli koleksi busana muslimah lebih tinggi. Beda mungkin dengan suaminya yang itu-itu lagi dipakai di lebaran.  
 

Mengelola Brand Awareness di Media Sosial Memang Ibarat Lari Maraton

Jangan harap hasil instan ketika awal membangun bisnis. Itu yang harus dipahami oleh pengusaha pemula. Sebab, hasil instan itu biasanya memang tidak akan bertahan lama. 

Jadi, membangun brand awareness di media sosial memang ibarat lari maraton. Pernah ikut lari maraton? Berarti memang berat sekali, ya? Satu ton saja sudah 1.000 kilogram, apalagi ini maraton, wuih bisa tambah berat! 

Ketika membahas lari maraton, lari sampai ribuan kilometer, durasi waktunya tentu saja lebih lama. Begitulah perjuangan dalam membangun brand awareness, apalagi melalui media sosial. 

Namun, Womenwear sudah membuktikannya. Makin eksis posting foto-foto produk di Instagram. Kebaruan, itulah yang ditunggu juga oleh netizen. Selain itu, algoritma media sosial menyukai akun-akun yang aktif upload kontennya. 

Manfaatkan sebaik mungkin media sosial ketika kamu membangun bisnis sekarang. Apapun bisnis kamu, buat akunnya di media sosial. Jika lebih banyak menampilkan visual, maka Instagram memang lebih cocok. 

Media sosial juga menjadi sarana komunikasi antara kamu dengan konsumen maupun calon konsumen atau istilahnya customer, dalam bahasa Indonesia adalah kastemer. Kalau kastengel itu lain lagi. Sudah habis di tempatmu bukan? Atau masih ada? Bisa mampir? 

Sampai di sini, semoga sukses bisnis fashion muslimah untuk brand Womenwear. Begitu pula dunia usaha Indonesia, semoga sukses juga. Sebab, dunia usaha memang punya keuntungan bagi negara ini, yaitu: membuka lapangan pekerjaan. 

Tidak hanya itu, dalam membangun usaha, juga sekaligus membangun personal branding pemiliknya. Bisnis atau usaha selalu punya tantangan tiap hari dan itulah yang membuat kepribadian, sikap, dan pemikiran sang pemilik juga makin yahud. 

Bagaimana? Sudah siap usaha juga? Mari belajar membangun brand awareness di media sosial melalui Womenwear. Kamu juga bisa langsung membeli koleksi produknya demi merasakan kualitasnya. 








---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung