Mengulik Siasat Womenwear Bangun Awareness Lewat Konten, Simpel Tapi 'Ngena'

Siasat Womenwear membangun brand awareness [IG Womenwear]

Siasat Womenwear membangun brand awareness [IG Womenwear]

Like

Dalam proses merintis bisnis, pelaku usaha juga bakal jor-joran mendandani media sosial dengan konten kreatif. Tujuannya jelas: pangsa pasar akan lebih cepat mengenal suatu produk melalui media sosial. Utamanya TikTok dan Instagram yang kian menggalakkan affiliate product yang laris manis.

Salah satunya Womenwear, brand lokal asal Banten yang telah eksis 11 tahun lamanya. Merek ini berevolusi dari awalnya bisnis rumahan hingga menjadi salah satu brand yang diperhitungkan di industri mode nasional. 

Mengintip Instagramnya, Womenwear tak tergolong rajin posting. Sebagai mantan insan media dan ikut terjun memoles Instagram di perusahaan lama, saya angkat jempol dengan cara admin Womenwear menyajikan konten mereka.


Siasat Womenwear Membangun Brand Awareness Lewat Konten

Di era media sosial saat ini, perhatian orang hanya bertahan beberapa detik. Kalau konten tidak langsung “kena”, audiens akan lewat begitu saja. Cerdas mengkreasikan konten yang benar-benar membangun citra brand menjadi kunci.


1. Fokus First Impression dalam 3 Detik Pertama

Kelihatan sepele, tapi audiens hanya membutuhkan sepersekian detik saja untuk memutuskan lanjut scroll atau skip cari konten menarik lain.

Rahasianya: gunakan strong hook di awal kalimat. Misalnya "Kalau warnanya semanis ini emang yakin bakal bisa nolak?" ketika Womenwear mengenalkan Vanesha Set tergres varian Misty Green. Satu sisi bikin mikir, sekaligus menantang adrenalin audiens untuk langsung checkout saat itu juga.


2. Gunakan Gaya Storytelling, Bukan 'Langsung Jualan'

Sebagai brand fesyen, tentu Womenwear ingin produknya laku keras sebanyak-banyaknya. Tapi, admin IG mereka memilih storytelling alih-alih hard selling.

 
Menyambung Vanesha Set tadi, setelah menggiring calon pembeli dilanjut dengan deskripsi begini: dipakai ke acara keluarga cantik, buat hangout manis, momen spesial juga siap banget. Soft selling yang cerdas untuk tahu set keluaran Womenwear sifatnya versatile alias dapat dipakai dalam occasion apapun.


3. Tak Hanya Produk, Womenwear Jualan 'Rasa'

Lirak lirik feed Womenwear lainnya, saya menyadari satu hal: Womenwear tidak semata jualan baju mereka. Mereka mendeskripsikan 'rasa', bagaimana mood customer kala mengenakan Womenwear.

Alih-alih hanya menampilkan baju, mereka membangun suasana. Selain foto, harga, juga promo (kalau ada) Womenwear mengemas positive vibes dari produknya.

Contoh: konten 'jualan' Dress Tunik, deskripsinya: koleksi baru yang manis, flowy, dan kalau dipakai aura anggun langsung keluar semua. Kombinasi marketing + customer psychology yang ideal!


4. Kreasi Friendly Content

Alias kontennya seolah lagi ngajak followers ngobrol sama teman lama, kesan yang saya dapat ketika membedah konten Womenwear. Ngobrol empat mata, bukan general ke ratusan orang sekaligus. Sesuatu yang saya bisa bilang jarang saya temukan di produk lain.

"Bahannya apa min? Ada ukurannya ngga? Harganya berapa? Tanpa basa basi Minlov jawab pertanyaannya di sini". Usai ngobrol, langsung deh dilanjut jualan produk berikut deskripsi produknya, detail, dan printilan lainnya.


5. Menjaga Visual Konten Sebagai Identitas

Womenwear membuat konten bukan untuk viral, tapi agar dikenal. Agar brand melekat di kepala pelanggan. Kalau sudah begini, customer akan repeat order dan menjadi pelanggan setia.

Yang mereka jaga:
  • Tone warnanya earthy & natural [beige dan warna lembut]
  • Angle foto feminin, tidak neko-neko
  • Mood kontennya santun, hangat, ceria
Sesuai dengan tagline yang diangkat: More Than Fashion.