Dia menjelaskan, selain emas yang relatif tahan terhadap inflasi, instrumen lain yang juga cenderung lebih stabil adalah Surat Berharga Nasional (SBN).
Umumnya, instrumen ini umumnya menawarkan imbal hasil yang lebih dapat diprediksi melalui pembayaran kupon, walaupun nilainya dapat berfluktuasi, sesuai dengan kondisi pasar, terutama perubahan karena suku bunga. Tidak hanya itu, SBN pun dijamin oleh pemerintah, sehingga memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
Menurut Ivan, bagi investor pemula, fokus pada instrumen yang relatif stabil kemudian membangun portofolio setahap demi setahap jauh lebih penting dibandingkan jika mengejar imbal hasil yang tinggi.
Tidak kalah penting juga untuk menjaga diversifikasi aset dan menyesuaikannya dengan profil risiko masing-masing.
Menurutnya, sering terjadi miskonsepsi, bahwa investasi obligasi semisal SBN, membutuhkan modal besar. Padahal, ujarnya, saat ini sudah banyak produk yang bisa dimulai dari jumlah yang kecil seperti Rp1 juta.
Hal ini tentu saja membuka peluang bagi lebih banyak orang, terutama kaum muda, guna mulai membangun portofolio sejak dini.
Karena itu, Be-emers, mungkin sudah saatnya kita melakukan langkah diversifikasi aset, demi mempertahankan nilai yang milik kita, untuk masa depan yang lebih baik.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.