Profil Singkat Malvika Amaliah & Womenwear: 1 Dekade Memberdayakan Sesama
Sosok ibu bernama lengkap Malvika Amaliah ini memulai bisnis dengan mimpi sederhana dan sebuah keyakinan bahwa perempuan bisa berdaya melalui brand Womenwear.Brand fashion yang dimulai pada tahun 2015 ini sudah berjalan lebih dari 10 tahun, artinya sudah 1 dekade. Sebagai seorang ibu, pastilah Malvika juga dibebani peran dan tanggung jawab keluarga.
Womenwear didirikan sambil menjalani berbagai pengaturan, seperti: mengatur rumah, tim, dan yang paling utama adalah terus punya impian setiap hari.
Memang usaha tidak selalu mudah, pasti ada saja halangan, hambatan, ganjalan, batu-batu kerikil kecil, yang bisa membuat terpeleset, seperti ketika saya terpeleset saat menuruni beberapa anak tangga yang basah karena hujan, apalagi saya pakai sandal karet. Yah, ini pengalaman saya, berbagi pengalaman saja, meskipun belum bisa berbagi penghasilan.
Sekarang Womenwear tumbuh bersama 60 karyawan dan 62 reseller lintas negara. Ini tentu saja berkat konsistensi dan keberanian untuk terus bertahan.
Sosok Malvika telah berhasil menyabet penghargaan sebagai Wanita Inspiratif Kota Serang 2020. Beliau dapat memperoleh prestasi tersebut karena bisnisnya memang tumbuh sambil memberdayakan kaum perempuan.
Dari kesuksesan Malvika Amaliah, dapat diambil pelajaran bahwa mimpi itu butuh arah, bukan cuma butuh niat. Kalau cuma mimpi, tinggal rebahan, kepala di bantal, lalu peluk guling. Meskipun pada akhirnya bisa memunculkan pulau baru di bantal dan tidak terdeteksi di Google Map, tetapi bukan seperti itu mimpi yang dimaksud.
Mimpi butuh diperjuangkan. Mimpi butuh dirawat. Mimpi butuh untuk terus digelorakan setiap hari. Dipanaskan, dinyalakan. Kalau tidak begitu, mimpi hanyalah sebatas mimpi.
Meraih Penampilan Luar Dalam Sesuai Semangat Kartini Modern
Malvika Amaliah dengan brand Womenwearnya memang mengajarkan bagi para perempuan muslimah untuk tidak hanya pandai menjaga penampilan, tetapi juga cuan.Bisnis yang digeluti oleh Malvika termasuk sangat positif dan cocok sekali dengan para muslimah, karena memang fokusnya di fashion busana muslimah.
Tujuan utamanya memang menjaga dan menutupi aurat. Soalnya, aurat ini memang tidak boleh untuk umum. Jika sampai tersebar, maka bisa menimbulkan penyakit. Seperti yang dialami oleh banyak orang tua, terkena penyakit asam aurat. Eh, kok sepertinya ada yang salah, ya?
Perjuangan selama 1 dekade membuktikan bahwa bisnis itu tidak semudah membalikkan tangan, apalagi tangan yang kapalan, mungkin lebih berat lagi dibalik saking berat kapalnya.
Namun, meskipun berat dan cukup sulit, toh nyatanya bisa. Toh Malvika mampu bertahan, bahkan melesat dengan brand Womenwear ini.
Jelas, dihitung dari kemandirian finansial, Malvika sudah membuktikannya. Melalui usaha yang dirintisnya, cuan-cuan pun terus berdatangan. Melihat pengusaha sukses seperti itu, tentunya tidak boleh iri, cukup anan saja. Kalau iri kadang jalan terus, kadang harus ikuti lampu merah.
Perempuan yang bisa mencapai kemandirian finansial membuktikan bahwa sebenarnya setiap muslimah itu bisa, asal mau. Perkara kemampuan, bisa sambil jalan, sambil terus diasah.
Dan, semangat Kartini harus terus menggelora untuk menyuarakan perjuangan perempuan dan tekad untuk bisa mandiri, tanpa harus terlalu tergantung kepada laki-laki. Kalau jemurannya selalu tergantung tiap pagi, itu wajar dan memang harusnya begitu.
Tengok perjuangan dan koleksi Womenwear di Instagram, koleksi-koleksinya makin bertambah. Selalu saja ada yang baru. Ini menjadi tanda bahwa kreativitas dari brand ini seakan memang tidak pernah mati.
Perempuan yang mampu mencapai kemandirian finansial adalah perempuan yang punya martabat, tanpa harus ditambah dengan terang bulan. Sukses terus untuk brand Womenwear untuk menyediakan busana-busana berkualitas, sesuai syariat bagi para muslimah.
Kalau Be-emers sendiri, sudah punya keinginan untuk merain kemandirian finansial juga? Atau ingin mencontoh Malvika, founder Womenwear?
Silakan bisa intip strategi bisnis fashion busana muslimah yang dilakukan Malvika. Semoga bisa menjadi tips mandiri finansial yang berguna dari brand fashion asal Serang, Banten ini.
Yang jelas, Kartini modern harus makin berdaya, mandiri, dan semakin menunjukkan pesona penampilan luar yang cantik, elegan, serta kondisi dalam yang cukup diisi cuan.
Setuju? Bagaimana dengan pendapatmu, Be-emers? Ditunggu di kolom komentar, ya? Karena cuma di situ bisa memberikan komentar. Kalau yang buat main air, itu namanya kolom renang.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.