5 Tips Membangun Tim yang Solid untuk Brand Fashion Supaya Cuan ala Womenwear

5 Tips Membangun Tim yang Solid untuk Brand Fashion Supaya Cuan Ala Womenwear. Sumber gambar Instagram Womenwear

5 Tips Membangun Tim yang Solid untuk Brand Fashion Supaya Cuan Ala Womenwear. Sumber gambar Instagram Womenwear

Dalam bisnis fashion, kesolidan tim itu bukan sekedar soal "biar kerja enak dan enggak toksik", tapi dampaknya langsung ke Harga Pokok Penjualan (HPP) dan cuan lho.
 
Enggak percaya? Ini contoh paling minimal. Kalau tim tidak solid. 1) Banyak "biaya siluman"; 2) Peningkatan jumlah product defect atau barang cacat; 3) waktu produksi jadi tidak efisien, 4) biaya rekrutmen dan training karyawan baru jadi bertambah bahkan membengkak; 5) Pelayanan ke pelanggan jadi kurang optimal. Gimana, jadi percaya kan Be-emers?
 

5 Tips Membangun Tim yang Solid untuk Brand Fashion Supaya Cuan ala Womenwear

Tips membangun tim yang solid untuk brand fashion supaya cuan ala Womenwear yang bisa kamu tiru: 
 

1. Bangun Sistem Rekrutmen dan Manajemen Karyawan yang Baik

Agar karyawan tidak burn out karena beban kerja berlebihan, Be-emers dari awal harus menentukan terlebih dahulu kebutuhan karyawan. 
 
Untuk bisnis fashion yang sudah berkembang seperti Womenwear misalnya, Be-emers paling tidak butuh tenaga produksi sejumlah 4–6 orang, tenaga pemasaran pembuat konten paling tidak 1–2 orang.

Tenaga stok opname dan operasional gudang paling tidak 1–2 orang, dan tenaga kreatif baik fotografer atau model yang freelance atau outsource.
 
Selanjutnya, selain tes keahlian sesuai bidang, jangan lupa tes karakter calon karyawan meskipun secara sederhana ya Be-emers.
 
Misalnya nih dengan cara diberi kritikan halus, dan lihat cara dia bereaksi. Ini akan menunjukan karakternya. 
 
Memilih karyawan yang berkarakter juga bagus untuk mempertahankan kesolidan karyawan, agar tidak melukai sana-sini.
 

2. Pembagian Tugas Kerja Jelas

Tips menjaga kesolidan karyawan yang kedua adalah pembagian tugas yang jelas.
 
Selain tugas dibagi secara jelas berdasarkan job description, juga bagilah berdasarkan usia, dengan catatan menggunakan narasi yang sesuai.
 
Untuk bisnis fashion seperti Womenwear misalnya nih, anak muda yang jago teknologi (IT) memang cocok untuk jenis pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan IT. Contoh desain model baju pakai IT.
 
Sedangkan senior, yang memang biasanya punya “rasa dan jiwa” terhadap desain fashion, diberi tugas untuk kontrol kualitas terhadap desain, hasil desain anak muda.

 

3. SOP Pekerjaan dan Etika yang Berkaitan dengan Budaya Kerja 

Untuk menjaga kesolidan karyawan, Standard Operating Procedure (SOP) baik pekerjaan atau etika harus dibuat. 
 
SOP pekerjaan yang dibuat dengan jelas berfungsi agar karyawan tidak bingung dan bos tidak memberi beban pekerjaan yang berlebihan (overload).
 
Sedangkan SOP Etika penting untuk mengatur interaksi antar karyawan atau karyawan dengan bos.
 
SOP karyawan misalnya, komunikasi harus disertasi dengan “tolong,” atau “maaf”. Atau bos tidak boleh menegur karyawan di depan umum.
 
Tips tambahan: jangan buat SOP Etika secara kaku. Alih-alih langsung mengingatkan “tolong ramah terhadap pelanggan dan jangan angkat kaki saat duduk”, coba buat poster yang berbunyi “Tidak senyum = pelanggan lari” dan “Kaki diangkat = noda = kain reject atau komplain pelanggan”