Kesejahteraan Brand Dimulai dari Customer Service: 5 Skill Wajib untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan


5. Customer Memory

Pelanggan loyal biasanya terbentuk dari satu hal kecil tapi berdampak: diingat. Saya kenal betul salah satu brand yang mampu mengingat nama lengkap saya ketika saya berkomunikasi di whatsapp ketika komplain produk.

Contoh: Halo kak, kakak kemarin yang beli oversized shirt warna burgundy ya? Kita sekarang ada koleksi baru nih (baru strategi sales jalan)

Hal sekecil ini tak hanya membangun hubungan, tetapi meningkatkan trust si pembeli. "Aku padahal sudah beli 2 minggu lalu, tapi CS nya masih ingat loh aku beli warna apa". Tanpa membombardir surel dengan promosi 2x seminggu, loyal customer bakal balik terus.

Benang merahnya, kesejahteraan karyawan dinilai kala CS menilai dirinya bisa berkembang. Bukan lagi bemper kemarahan kalau ada masalah, tapi brand ambassador brand.

Karena Customer experience tidak dibangun dari strategi marketing, tapi dari kualitas manusia yang melayani.








---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung