Pengisian bahan bakar minyak di salah satu SPBU. Sumber: Bisnis Indonesia
Be-emers, mulai 4 Mei 2026, Pertamina mulai menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, menyusur kenaikan harga minyak dunia.
Dikutip dari Bisnis.com, tiga produk BBM yang mengalami kenaikan signifikan adalah Pertamina Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Penyesuaian ini merupakan kenaikan berkala merespon kenaikan harga minya dunia dan nilai tukar rupiah.
Dengan demikian, Pertamax Turbo (RON 98) semula harganya Rp19.400/liter, naik menjadi Rp19.900/liter. Pertamina Dex (CN 53) semula harganya Rp23.900 per liter menjadi Rp27.900 per liter Dexlite (CN 51): dari Rp23.600 per liter menjadi 26.000 per liter.
Kenaikan harga BBM ini tentunya memaksa Be-emers yang memiliki kendaraan pribadi untuk memutar otak guna menyiasati situasi ini. Intinya, melakukan penghematan agar dompet tidak jebol karena kenaikan harga bahan bakar.
Melihat fenomena ini, pembalap Rifat Sungkar mengatakan, harga BBM yang naik turun menjadikan efisiensi bahan bakar kian penting bagi siapa saja yang menggunakan kendaraan. Menurutnya, hemat bahan bakar tidak hanya soal jenis kendaraan semata namun juga bagaimana cara merawat mesin dan cara berkendara.
5 Tips ala Pembalap Nasional untuk Hemat BBM yang Bisa Kamu Tiru
Berikut 5 tips yang dibagikan oleh Rifat sungkar, yang dalam rilis yang diterima Senin (4/5/2026).:Pertama, selalu pastikan mesin kendaraan berada dalam kondisi optimal. Dia mengutarakan, performa mesin berkaitan erat dengan konsumsi bahan bakar. Mesin yang segar bugar tentu akan bekerja lebih efisien, dibandingkan dengan mesin yang bekerja kurang optimal.
“Yang paling menentukan ialah putaran mesin. Jika mesin dalam kondisi over, konsumsi BBM tentu saja berbeda,” ucapnya.
Dia menyarankan agar pengendara juga memakai pelumas yang tepat,kemudian melakukan servis untuk merawat injektor secara berkala. Selain itu, perlu pula memastikan agar filter bahan bakar berada dalam kondisi yang bersih dan tidak lupa menjaga sistem pengapian, termasuk kondisi busi.
“Mobil masa kini atau modern itu meskipun secara teknologi sudah canggih tetapi tetap saja butuh perawatan supaya tetap berada dslsm kondisi optimal,” ujar Rifat.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.