Tips Hemat BBM ala Pembalap Nasional


Tips kedua, hindari cara berkendara yang agresif. Dia mengatakan, hal ini tergolong dalam perilaku mengemudi. Menurutnya, gaya berkendara yang agresif misalkan dipacu dengan kecepatan tinggi, kemudian melakukan pengereman secara terus menerus, tentu saja menjadi penyumbang utama konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Dia menyarankan supaya konsumsi bahan bakar lebih efisien dan tentu saja hemat, maka gaya berkendara harus dilakukan secara halus dan mengalir kala menginjak pedal gas. Sebaiknya tetap menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, kemudian hindarilah gaya berkendara yang ia istilahkan stop-and-go yang terlalu sering. Semua itu, tuturnya, dapat membantu menghemat energi secara signifikan.

Ketiga, menjaga putaran mesin atau RPM tetap rendah, namun dengan kecepatan secara optimal. Ia mengungkapkan, semakin tinggi tenaga, maka semakin besar energi yang digunakan.

“Pada prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin tapi di RPM serendah mungkin,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk jenis mobil otomatis, sistem gearbox pada umumnya telah didesain guna mencari titik efisiensi terbaik, sehingga konsumsi bahan bakar dapatdirancang lebih stabil. Jawara 8 kali reli nasioal ini pun mengingatkan jika mobil memiliki mode berkendara ‘eco’ bisa dimanfaatkan.


Keempat, bagi yang memiliki kendaraan manual, gunakanlah perseneling atau gigi secara tepat. Untuk kendaraan jenis ini, Rifat berprinsip, yakni menggunakan gigi setinggi mungkin dengan RPM serendah mungkin. Menurutnya, kebiasaan menahan gigi di posisi rendah dengan RPM tinggi justru membuat konsumsi BBM lebih boros.

“Jika ingin efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Tentu saja, harus ada penyesuaian,” katanya.

Kelima, mengubah pola pikir berkendara. Dia mengatakan bahwa pola pikir yang diubah adalah mengorbankan sedikit tenaga demi maksud lain yakni supaya konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.

Nah Be-emers, dengan perpaduan antara perawatan kendaraan yang tepat dan gaya berkendara yang lebih bijaksana, tentu saja penghematan bahan bakar bukan sesuatu yang sulit dicapai.

Di tengah kondisi harga BBM yang merangkak naik seperti saat ini, langkah sederhana yang dibagikan oleh Rifat Sungkar, tak hanya menghemat ongkos, tetapi juga bersungbangsih pada penggunaan energi yang berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, dia menambahkan bahwa kapasitas tangki BBM setiap kendaraan telah didesain sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian masyarakat. Untuk kendaraan roda dua, pada umumnya memiliki tangki berkapasitas 3–7 liter, sementara mobil berkisar 35–60 liter tergantung jenis kendaraannya.

Menurutnya, dengan konsumsi rata-rata, sepeda motor cuma membutuhkan sekitar 0,5–1 liter per hari untuk jarak 20–30 km. Adapun mobil pribadi sekitar 3–5 liter per hari untuk jarak 30–50 km.

Hal ini berarti, dalam penggunaan biasa normal, satu kali pengisian BBM sampai penuhg, sudah cukup untuk keperluan beberapa hari. Dengan demikian, rasanya tidak perlu melakukan pengisian BBM berlebihan atau terlalu sering.






---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung