Awas Kecele, 6 Sinyal Red Flag Komunitas Padel yang Sering Terabaikan

Ada tandanya jika komunitas olahraga tidak sehat [Freepik]

Ada tandanya jika komunitas olahraga tidak sehat [Freepik]


Selain olahraga, mayoritas orang memilih padel sebagai jalur menyenangkan menjalin networking. Bukan tidak mungkin kamu memperoleh koneksi berharga bahkan peluang bisnis usai memeras peluh di lapangan.

Satu hal yang patut digarisbawahi, jangan sampai kamu salah memilih komunitas ya! Hasil dengar curhatan teman, kerabat dekat yang ikutan; beberapa endingnya justru menyesal dan memilih keluar dari komunitas.
Nggak deh, ikut mereka malah kayak show off outfit, boncos ngikutin style nya.
Kompetitif banget sumpah, gue berasa anak TK yang baru belajar pegang raket.
Itu dia beberapa keluhan yang saya dengar dari orang yang saya kenal. Ujungnya, mereka lebih nyaman open game karena bisa bertemu lebih banyak orang yang akhirnya nyambung.


Sinyal Red Flag yang Patut Dicermati Sebelum Join Komunitas Padel

Akhirnya saya tersadar, sinyal tidak sehat juga berlaku di lapangan olahraga. Komunitas padel bisa saja terlihat fun di kulit luar, tahunya malah nggak nyaman. Amati beberapa tandanya sebagai pertimbangan:


1. Senioritas Kuat dan Suka Merendahkan

Baru juga trial, kamu sudah merasa 'kalah' duluan sama pemain lama. Karena kamu pemula, kamu sulit ikut bermain. Bahkan, komentar sinis gampang terlontar ketika nggak sengaja kamu kalah main.

Sinyal ini harus jadi pertimbangan, kamu beneran mau gabung seterusnya? Padel adalah medium untuk kebugaran tubuh dan relasi sosial, bukan ospek masuk kampus.


2. Biaya Tidak Transparan

Komunitas yang sehat seharusnya terbuka di awal. Berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk sewa lapangan, bola, juga apakah ada ekstra biaya jika kamu ingin difasilitasi pelatih.


Aware kalau semua ini tidak transparan, atau malah ada 'iuran misterius' yang jumlahnya nggak sedikit dan kamu tidak tahu peruntukkannya. Run, girl!


3. Tidak Ada Rotasi Pemain

Nah ini juga penting. Padel membutuhkan teknik, setiap orang bahkan pemula sekalipun ingin mengembangkan skill. Diharapkan dengan gabung komunitas, ada hal baru yang dapat menjadi pelajaran.

Pertimbangkan kalau rotasi pemain nggak ada, kamu sering nunggu, yang main dia lagi. Kamu sudah mengeluarkan biaya, jangan sampai merasa uangmu sia-sia.


4. Minim Culture Belajar

Tertarik gabung karena kok hepi banget di awal, tapi kok lama-lama kayak main ngalir? Nggak ada sesi latihan serius, bahkan kebanyakan edisi nongkrong? Terlalu lama membuang waktu di komunitas seperti ini membuat skill kamu stagnan, lambat kemajuannya.