Sebagai Pembeli, Apakah Kita Cuma Netral atau Ikut Terlibat?
Saat mengeluarkan dari dompet, tentunya dompet sendiri, dong, mungkin kamu berpikir, "Kan saya cuma beli baju. Bukan yang punya toko. Bukan juga pemilik pabrik.”Okelah, itu memang kenyataannya. Namun, pada dasarnya, pilihan kita tetap memiliki dampak. Intinya, setiap kali membeli, secara tidak langsung, berarti tidak live, ya, kita mendukung sistem tertentu.
Dari hasil pembelian kita, maka kita ikut menentukan praktik mana yang bertahan di tengah persaingan usaha yang makin tajam, padahal tidak pakai diasah tukang potong daging.
Kita memang konsumen biasa. Dan, memang tidak semua hal bisa kita kontrol. Namun, setidaknya, paling tidak, kita bisa mulai dari satu hal sederhana: lebih sadar. Lebih aware.
Rekomendasi untuk Menerapkan Kepedulian Kita
Saat ada usaha, terutama usaha fashion, ketika memperlakukan para pekerja seperti sapi perah, maka kemungkinan bisnis itu tidak akan berjalan lama.Mungkin terlihat punya keuntungan besar, tetapi berkahnya? Rezeki selanjutnya? Rasa-rasanya, ada hal-hal gaib yang muncul dari ketidakadilan. Kesewenang-wenangan yang hakiki.
Oleh karena itu, dibutuhkan yang namanya perubahan. Dibutuhkan yang namanya konsep untuk lebih layak memanusiakan manusia. Dan, itu saya dapatkan dari industri fashion busana muslimah dengan brand Womenwear.
Brand yang satu ini tidak ingin salah dalam mengelola SDM di bisnisnya. Foundernya memilih untuk bayar lebih layak bagi para pekerjanya, meski margin bisa lebih kecil.
Womenwear ini bukan cuma sekadar brand, bukan cuma untuk jualan, tapi sebagai bentuk tanggung jawab. Sebuah brand bisa dikatakan sukses, jika yang termasuk dalam hal ini adalah yang berperan bisa menjadi lebih baik.
Bagi founder Womenwear, upah yang layak itu memang wajib, jadi bukan bonus. Bukan sekadar nilai yang minimum, melainkan memang cukup untuk hidup.
Selain itu, membangun kejujuran dari brand tersebut. Tidak akan menyembunyikan sesuatu jika itu menyangkut kepentingan bersama dalam bisnis tersebut.
Lingkungan kerja dari Womenwear juga aman dan sehat. Dan, dari situ, suasana kerja akan makin hangat sehingga dapat menghasilkan outfit fashion busana muslimah yang kualitasnya ngangkat.
Sampai di sini, kita tidak harus langsung berubah total, misalnya langsung jadi aktivis atau jadi orang yang tahu semua rantai produksi.
Akan tetapi, dapat dimulai dari lebih selektif, menghargai proses, dan tidak sebatas harga dan tampilan yang memang memanjakan mata serta telinga.
Pada akhirnya, baju bukan sekadar apa yang kita pakai atau yang kita simpan di dalam lemari kaca. Sekali lagi, ini tentang sesuatu yang kita “dukung”.
Womenwear bisa menjadi pilihan bagi kamu karena menerapkan cara yang berbeda, cara yang lebih memanusiakan. Terbukti, perkembangannya sekarang sudah cukup pesat dan akan terus pesat jika para pekerjanya lebih diperhatikan dengan cermat.
Dimulai dari kesadaran kecil kita, yuk, ini sudah bisa jadi langkah besar. Yuk, biasakan bertanya sebelum membeli sebuah produk fashion: ketika kita membeli, kita sedang membantu siapa?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.