Ketika Kita Mempersulit Hidup Sehat
Gaya hidup sehat itu memang bagus. Gaya hidup sehat itu memang sebenarnya suatu keharusan agar bisa tetap hidup sehat.Namun, ada yang perlu diluruskan di sini. Tanpa harus pakai mistar anak SD, kalau di tempat kamu harganya berapa, ya?
Banyak yang salah memahami gaya hidup sehat ini. Contohnya: menerapkan diet yang ketat terhadap makanan. Okelah, dia ingin kurus, tanpa harus menjadi pengurus organisasi kampus. Mungkin dia sering merasa malu bertubuh gemuk, gendut, maupun gemoy. Ups!
Namun, karena kurang pengetahuan tentang menu makanan sehat, akhirnya semua direm. Bahkan, makanan yang dibutuhkan untuk energi dihentikan sama sekali. Bukannya jadi kurus, yang ada hidup jadi tampak tak terurus.
Padahal, diet itu tidak harus ketat sekali dalam menjaga pola makan. Boleh kok makan seperti biasa, tetapi aktivitas fisik tetap harus dilakukan secara rutin.
Selain diet, juga melakukan olahraga yang langsung berat. Lari 5 kilometer setiap hari. Kalau hal itu dilakukan setiap hari, maka dalam 30 hari, pastilah dia sudah jauh sekali dari rumah. Eh, ini minggat namanya.
Olahraga yang seharusnya membuat seseorang merasa senang, fun, atau ceria, justru menjadi rutinitas yang menyiksa. Terlebih dia olahraga sendiri. Tidak ada manusia maupun jin juga yang mau menemaninya olahraga bersama.
Ujung-ujungnya, motivasi jadi kendor laksana tali kolor celana. Olahraga dikatakan berat sekali, makanan dikatakan menyiksa sekali.
Coba bandingkan ketika dia liburan. Yap, seperti sekarang ini, seperti waktu 4 hari hari libur ini. Sebenarnya, yang dibutuhkan untuk bisa sehat itu adalah lebih banyak jalan. Mesti lebih sedikit rebahan dan jadi lebih aktif ketika liburan.
Semua itu jauh lebih baik daripada cuma diam total di dalam kamar, terkurung tanpa interaksi dengan orang lain seperti dipingit saja.
Pada intinya, tubuh kita ini tidak malas bergerak. Hal yang lebih dibutuhkan oleh tubuh kita adalah gerakan aktifnya dibungkus dengan suasana menyenangkan.
Makanya, saat liburan tiba, tidak harus fokus olahraga sebagaimana definisi olahraga pada umumnya. Cukup dengan jalan-jalan mengelilingi tempat wisata, menyusuri taman-tamannya, naik bukit sedikit menikmati udara segar, atau berenang di kolam pemandian hangat.
Berenang seperti itu membuat tubuh jadi lebih segar dan sehat, terlebih jika selama ini cuma bisa di ember. Ditambah dengan kebersamaan bersama keluarga, jiwa jadi lebih terjaga.
Jika olahraga biasanya hanya di situ-situ, keliling kompleks perumahan atau di jalan-jalan aspal sekitar rumah, maka saat liburan, dapat memanfaatkan aktivitas fisik di tempat wisata, bisa juga di mal.
Memasuki tempat yang baru membuat mata jadi menangkap sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang selama ini belum pernah terwujud. Kesempatan libur selama empat hari ini adalah menjelajah tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi.
Dan, ketika melakukan aktivitas fisik di situ, minimal dengan jalan kaki, itu sudah suatu bentuk olahraga. Tanpa disadari, tubuh akan mengeluarkan keringat. Dopamin diproduksi, pikiran jadi lebih tenang.
Bergerak sambil berwisata itu sangat dibutuhkan demi kesehatan jiwa. Sebab, kalau terlalu banyak memikirkan masalah di dunia ini, terlebih ekonomi, maka pikiran jadi terus bergetar hebat layaknya gempa bumi.
Be-emers sendiri pada long weekend ini memanfaatkannya untuk liburan ke mana saja? Coba tulis di kolom komentar, ya, sambil mungkin bermain-main di kolom renang. Eh, kolam!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.