7 Cara Refleksi dan Meningkatkan Aktivitas Olahraga Saat Long Weekend

7 Cara Refleksi dan Meningkatkan Aktivitas Olahraga Saat Long Weekend. Sumber Gambar Adobe Express

7 Cara Refleksi dan Meningkatkan Aktivitas Olahraga Saat Long Weekend. Sumber Gambar Adobe Express

Refleksi dapat diartikan sebagai proses “bercermin diri” terhadap suatu kegiatan yang telah dilakukan. Misalnya olahraga.

Dengan refleksi kita bisa mengevaluasi olahraga kita selama ini. Hal-hal yang sudah dilakukan, yang sudah dan belum dikuasai, mengidentifikasi dan mencari solusi kendala yang dihadapi, dan mencari cara untuk meningkatkan kualitas olahraga tersebut.
 
Nah long weekend bisa dijadikan untuk momen refleksi dan meningkatkan aktivitas olahraga nih Be-emers. Gimana caranya? Yuk simak!
 

7 Cara Refleksi dan Meningkatkan Aktivitas Olahraga Saat Long Weekend 

7 cara refleksi dan meningkatkan aktivitas olahraga saat long weekend yang bisa kamu coba: 
 

1. Pahami Teori dan Manfaat Olahraga bagi Tubuh 

Jumlah waktu olahraga : yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) adalah 150–300 menit per minggu untuk intensitas sedang dan 75–150 menit intensitas tinggi.
 
Jenis aktivitas yang bisa dikatakan olahraga : intensitas indikatornya jika napas mulai lebih cepat namun masih bisa berbicara (contohnya saat jalan cepat)
 
Intensitas tinggi: jika sulit berbicara dalam kalimat lengkap tanpa berhenti untuk bernapas (contoh setelah lari)
 
Olahraga dan penyakit jantung: olahraga dapat meningkatkan suplai oksigen ke berbagai organ. Yang ini dapat menurunkan resiko tekanan darah tinggi dan kardiovaskular.
 
Olahraga dan diabetes tipe 2: ketika berolahraga, otot menggunakan glukosa dalam aliran darah, sehingga menurunkan glukosa darah secara langsung. Selain itu, olahraga juga meningkatkan sensitivitas reseptor terhadap insulin.
 
Ini akan memicu semangat kita untuk berolahraga.
 
 

2. Hitung Akumulasi Aktivitas Fisik Harian

Lakukan perenungan aktivitas fisik yang telah dilakukan rutin dalam kegiatan sehari-hari. Jumlahkan totalnya, hitung kekurangannya, penuhi kekurangan tersebut.
 
Jika Be-emers seorang guru misalnya. Berpindah kelas dalam sehari sudah menghabiskan waktu 5 menit, yoga di pagi hari 8 menit, menyapu dan aktivitas fisik lain 5 menit, total 18 menit.

Masih butuh 25 menit lagi untuk bergerak. Ini lebih ringan daripada langsung mengubah pola kebiasaan olahraga selama 42 menit sehari.
 

3. Fleksibilitas Waktu Selama Liburan 

Bagi penulis misalnya, waktu long weekend adalah waktu yang ingin dibedakan dengan aktivitas hari lainnya. Jadi jika selama hari aktif penulis olahraga di pagi hari setelah salat subuh, maka selama long weekend menulis ingin lebih santai dan olahraga di siang hari sambil menjaga anak. 
 

4. Kurangi Aktivitas Mager 

Penulis sendiri merasa hambatan terbesar penulis ketika berolahraga adalah merasa kekurangan waktu. 
 
Tapi setelah diusut, ketika penulis scroll toko toko online bisa makan waktu lebih dari 45 menit sehari. Jadi, kurang waktu hanya alasan kan Be-emers. Be-emers juga waspada dengan hal ini ya.