Ada Musik atau Tidak, Olahraga Tetap Bisa Dilakukan

Musik olahraga/foto oleh Atlantic Ambience/Pexels.com

Musik olahraga/foto oleh Atlantic Ambience/Pexels.com

Musik sering menjadi penyatu antara individu dan pekerjaannya. Musik juga sering menjadi pembangkit semangat dan pemotivasi diri.

Namun, tak jarang musik juga melalaikan seseorang dalam kegiatannya hingga lupa akan kegiatan lain.
 
Pada sebagian pecinta olahraga, mereka merasa senang untuk melakukan olahraga kesukaannya dengan menyertakan musik.

Alasannya dari kebanyakan mereka adalah musik dapat memberikan efek tersendiru di jiwa. Karena hal itulah, banyak playlist musik yang dijadikan iringan dalam berolahraga. 
 

Musik dan Olahraga, Pentingkah?

Ketika seseorang sudah menyukai olahraga tertentu, maka yang pertama harus dimilikinya adalah niat untuk melakukan tindakan tersebut. Ketika ada niat yang kuat untuk berolahraga, dia akan melakukannya dengan kondisi dan situasi yang nyaman.

Kenyamanan ini diperoleh dari lingkungan dan sarana yang ada. Musik di dalam olahraga difungsikan untuk memberi kenyamanan bagi peserta.
 
Selain ada olahraga yang menggunakan musik atau lagu tertentu, ada orang yang berolahraga tanpa diiringi musik. Misalnya lompat jauh, bulutangkis (badminton). Ketika olahraga-olahraga itu tidak diiringi musik, maka yang terjadi adalah biasa saja. 
 
Cabang olahraga yang sering menggunakan playlist musik adalah senam. Senam sudah mulai diajarkan saat anak usia Paud.

Seperti yang dialami anak saya ketika TK dulu, setiap hari Jum'at pasti diadakannya senam. Musik yang mengiringi senam itu berupa musik yang ceria, penuh semangat sehingga anak-anak terlihat bergerak dengan lincah, seperti Poco- Poco, Maumere, dan Tobelo.