Lalapan Rebus dan Sambal Terasi: Bukti Makanan Sehat Itu Murah dan Nagih


Mengelola Budget Makanan Sehat

Jaminan praktis seringkali membuat hati ini tergiur untuk membeli produk ultra prossesed food. Bagi ibu karier, ultra prosessed food ini sangat membantu.

Rasa lelah dengan tekanan kerja yang makin bertambah membuat para ibu karier memilih ultra prosessed food.

Praktis dan cepat menjadi alasan klasik ketika memilih ultra prosessed food. Padahal di balik proses pembuatannya, ada banyak hal yang tidak sehat dan ditambahkan pada makanan itu. Coba deh Nutri level nutri levelnya. Seharusnya, para ibu bisa mengolah agar makanan yang tersaji untuk keluarga adalah makanan yang sehat.

Apakah makanan sehat selalu mahal? Saya jadi teringat beberapa hari yang lalu saat makan di sebuah restoran makanan cepat saji.

Bagi banyak orang masuk ke restoran itu memiliki prestige yang berbeda. Terhidanglah satu ekor ayam dengan saos beserta es teh sebagai minumannya. Harganya ratusan ribu!


Ayam tanpa sayur dan hanya dilengkapi oleh saos mayones pabrik itu memang terasa enak di lidah. Yang membuatnya enak itu adalah banyaknya penyedap hingga membuat liur terasa kental.

Namun, makanan yang seperti itu tidak sehat. Untungnya, bukan saya yang membelinya. Ah, kalau saya yang membeli, saya akan membeli makanan yang lengkap kandungan gizinya.
 

Biasa Makanan Sehat Sedari Kecil

Saya jadi ingat waktu kerja dulu dan memiliki dua orang anak yang masih bayi. Saat itu waktu terasa bergerak cepat. Meskipun saya sudah bangun pukul 3 dini hari, tetap saja merasa kekurangan waktu.

Saya bangun cepat untuk mempersiap bekal anak selama ditinggalkan. Apalagi setelah masa asi eksklusif selesai, anak mulai MPAsi. Saat itu saya harus menyiapkan makanan alami, pure. Kadang kukusan labu parang, kukusan buah pear, kentang, tahu, dan lain sebagainya. 

Makin bertambah usia, makin banyak perubahan yang dialami anak-anak. Perubahan makanan dan mengolah makanan itu harus betul-betul diperhatikan.

Pertama, saya mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, dan pembeliannya.

Kedua, menyetok makanan. Saya sendiri termasuk orang yang tidak terus-menerus berbelanja kebutuhan harian setiap. Biasanya saya menyetok beberapa makanan dan bahannya per minggu atau bulanan, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, bawang, terigu, dan lauk-pauk. sebagainya. Jika dihitung-hitung, maka pengeluaran untuk belanja mingguan dan harian sedikit lebih murah daripada belanja harian.

Ketiga, mengolah makanan untuk stok camilan dan lauk. Misalnya, saya akan membuat nugget ayam sendiri yang dicampur dengan wortel dan sayur. Kita tahu bahan-bahan yang dibutuhkan sehingga tidak was-was memberi makanan kepada anak.

Begitu juga dengan camilan. Pembuatan camilan kering bisa tahan lama, maka sangat membantu sekali. Camilan seperti bolu kering sangat disukai anak dan kita tidak repot untuk terus-menerus membuatnya.

Menjadi seorang ibu itu harus cerdas, bukan hanya cerdas mengelola keuangan, tetapi juga mengelola makanan agar keluarga tetap sehat. Bisa saja jika kita ingin membeli makanan di luar, tetapi makanan yang didapat tidak banyak dan belum tentu terjaga.

Sesekali bisa saja kita melakukannya meskipun kita harus ingat bahwa budget yang harus kita keluarkan lumayan banyak.





---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung