Bisnis Travel Haji dan Umrah: Peluang Besar dan Tantangan yang Ikut Antre


Pertanyaan pertama, saya rasa banyak travel umrah dengan ikon ustaz-ustaz terkenal. Mereka sudah terkenal lebih dahulu, lalu membuat biro travel atau mungkin ada travel yang bekerja sama dengan mereka. Nah, bagaimana dengan travel Nanik ini? 

Pertanyaan kedua, tentang strategi promosi melalui media sosial. Saya mengatakan bahwa target market untuk bisnis travel ini biasanya di atas 30 tahun, mungkin 40 tahun atau lebih. Sebab, 'kan mereka yang lebih punya uang. 

Bagaimana cara mempromosikannya? Platform media sosial mana yang dipakai? Apakah Facebook, Instagram, atau yang lain? 

Saya memang sengaja buka kamera sejak awal. Selain lebih menghormati dalam forum ini, juga semacam jumpa fans. Weits! 

Narasumber pun menjawab dua pertanyaan saya dengan baik. Pertama, bisnis travel yang ditekuni oleh Kak Nanik memang tidak berdasarkan ketokohan tertentu atau ustaz tertentu, tetapi tetap bisa jalan. 


Tips dari Kak Nanik untuk bisnis travel ini adalah persaingan di harga, jika menyangkut strategi promosinya. Misalnya, ada travel baru. Mereka bisa melakukan strategi di bawah harga pasar. 

Program umrah ini memang tergantung dari komponen harga, di antaranya: harga maskapai penerbangan, lamanya program tersebut, dan hotel yang digunakan. 

Standar harga sekarang adalah Rp23.900.000,00 dari Kementerian Agama. Jadi, sebenarnya memang tidak bisa di bawah harga itu. 

Sedangkan untuk platform media sosial, Kak Nanik memakai semuanya. Ya, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok. Jadi, tidak memilih salah satunya. 

Ada pula pertanyaan tentang umrah mandiri. Apa pengaruhnya bagi bisnis travel haji dan umrah? Ternyata, kata Kak Nanik, hal itu tidak terlalu berpengaruh. 

Sebab, ada orang yang sudah mencoba untuk umrah mandiri, ternyata tidak sesuai ekspektasi. Jatuhnya malah lebih mahal daripada lewat travel. Dan, sebenarnya jika melalui travel, polanya sudah ditata dan berpengalaman pula. 

Webinar ini ditutup dengan memberikan persepsi baru bahwa di balik bisnis yang berpeluang mendatangkan cuan besar, juga tersimpan tantangan yang ikut mengekor. 

Selalunya, jamaah haji maupun umrah mengantre untuk mendapatkan giliran bisa pergi ke Tanah Suci. Jadi, memang harus antre.

Namun, masalah maupun tantangannya itu tadi bisa ikut mengantre, dan itu sebenarnya realitas yang harus dihadapi. 








---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung