Apa Aja yang Harus Dipertahankan UMKM di Tengah Pandemi?

Entrepreneur - Canva

Entrepreneur - Canva

Pandemi Covid-19 memang bikin banyak sektor harus “memutar otak” supaya bisa bertahan. Enggak cuma perusahaan besar yang tertekan, usaha mikro, kecil , dan menengah (UMKM) pun juga mengalami hal yang sama.

Sejumlah strategi memang mesti ditempuh nih sama pelaku UMKM. Kalau cuma berdiam diri dan pasrah sama keadaan, bisa jadi, bisnis yang dijalani malah bisa tergerus pandemi.

Dilansir dari laman Bisnis, menurut penasihat Keuangan Ghita Argasasmita, hal dasar yang bisa kamu lakukan untuk bertahan dari pandemi sebagai UMKM yakni dengan manajemen keuangan yang baik.

Seperti apa mengatur keuangan UMKM untuk bertahan di tengah pandemi?

Baca Juga: Klasifikasi Biaya dalam Bisnis Rumahan
 

Pisahkan Rekening Usaha

Selain menekan biaya operasional, hal pertama yang bisa kamu lakukan adalh memisahkan rekening pribadi dan rekening usaha. Gita menilai, kalau rekening usaha sudah terpisah, maka arus bulanan bakal terlihat dengan jelas.

Kalau kamu bisa memisahkan tabungan usaha dan pribadi, penghitungan kas bulanan usaha kamu akan lebih mudah dan tepat. Hal tersebut juga bakal meminimalisir kemungkinan terjadinya krisis uang kas yang diakibatkan oleh penarikan uang tunai untuk keperluan pribadi.

Selain itu, hal ini enggak cuma berlaku ketika menghadapi pandemi aja kok. Memisahkan rekening usaha dengan rekening pribadi perlu kamu lakukan baik saat akan memulai usaha maupun saat usahanya sudah berjalan.
 

Pencatatan Terperinci

Selanjutnya, kamu juga perlu untuk membuat pencatatan arus kas, neraca, dan laporan laba rugi usaha secara terperinci.

Dengan begitu, kamu bisa menggunakan laporan tersebut sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan menambah modal usaha melalui fasilitas pembiayaan keuangan.

Kalau laporan keuangan usaha kamu terperinci dengan baik, kamu pun bisa mengetahui sejauh mana perkembangan bisnis tersebut.

Di sisi lain, hal itu bisa jadi penentu apakah usaha kamu membutuhkan pengembangkan, baik dengan modal kerja internal atau perlu pembiayaan dari luar.

Jadi, coba cek lagi deh, apakah kamu sudah membuat pencatatan atau laporan keuangan bisnis yang baik atau belum?

Baca Juga: Enggak Ribet Kok, Ini Alasan Kamu Perlu Terbiasa dengan Keuangan Perusahaan